Site icon Narasione.com

Aksi Kolaborasi 9 Organisasi Pencinta Alam Manado, Hijaukan Bantaran Sungai dan Dorong Urban Farming

Manado, Narasione.com – Menyongsong Hari Lahan Basah Sedunia (HLB) dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sembilan organisasi pencinta alam di Sulawesi Utara menggelar aksi lingkungan terpadu di Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Selasa (17/02/2026). Kegiatan yang berpusat di Lingkungan V ini fokus pada tiga agenda utama: penghijauan, edukasi urban farming, dan pembersihan sungai.

​Dalam aksi tersebut, para relawan membagikan bibit tanaman produktif seperti rica (cabai) dan kemangi kepada warga Lorong Cempaka. Selain itu, dilakukan pula penanaman bibit pucuk merah di sepanjang bantaran sungai setempat.

​Panitia penyelenggara dari KMPA Tansa, Dibrian Rongkonusa, menyatakan bahwa pembagian bibit ini bertujuan mengampanyekan konsep pertanian perkotaan (urban farming). Warga didorong untuk menyulap lahan sempit di pekarangan menjadi “dapur hidup” yang produktif.

​”Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada. Selain membuat lingkungan lebih asri, ini juga membantu kebutuhan dapur secara mandiri,” jelas Dibrian.

​Terkait penanaman di pinggiran sungai, ia menambahkan bahwa pemilihan bibit pucuk merah berfungsi sebagai penahan alami untuk meminimalisir risiko erosi tanah.

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan KPPA Tarantula Adventure, Aprilia Beslar, menekankan bahwa momentum ini merupakan langkah nyata penggiat lingkungan dalam menjaga ekosistem air. Selain menanam, para relawan juga menyisir sampah di sepanjang bantaran Sungai Cempaka guna mencegah pencemaran ke arah laut.

​“Ini adalah momentum ganda bagi kami. Selain memperingati hari besar lingkungan, aksi ini juga menjadi bentuk kesiapan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Aprilia.

​Kolaborasi ini melibatkan lintas organisasi, di antaranya:

​Inisiatif ini disambut hangat oleh penduduk lokal. Delvy Sondakh, salah satu warga Kelurahan Molas, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan bibit gratis dan aksi bersih-bersih ini.

​”Kami berharap gerakan semacam ini dilakukan secara rutin. Semoga bibit yang diberikan bisa tumbuh subur dan menginspirasi warga lain untuk lebih peduli pada kebersihan sungai,” pungkasnya.(Ficky)

Exit mobile version