Minut, Narasione.com– Kemeriahan dan semangat persekutuan menyelimuti wilayah Minawerot, Kabupaten Minahasa Utara. Mulai hari ini, Selasa (7/7/2026), di Bumi Perkemahan Banana Village Watudambo, ribuan remaja dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti pembukaan Perkemahan Kreatif dan Penginjilan Remaja Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi Bagian Utara dan Tengah (SAG Sulutteng).
Kegiatan akbar ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat, 10 Juli mendatang.
Nuansa kebersamaan langsung terasa saat para peserta yang berasal dari 13 sinode gereja di wilayah Sulutteng mendarat dan memadati bumi perkemahan.
Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberangi lautan, seperti kontingen remaja yang datang dari Kepulauan Sangihe.
Ketua Umum Panitia, Penatua Remaja Kak Joune Ganda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme seluruh peserta. Di hadapan ribuan remaja, ia menekankan betapa pentingnya pengalaman dan relasi yang terbangun selama berkemah untuk masa depan mereka.
”Setiap perkenalan, setiap apa yang kita lakukan pasti ada manfaatnya. Kesan dan pengalaman yang akan kita alami akan memberikan sebuah manfaat di kemudian hari,” ujar Kak Joune Ganda menyemangati para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Joune juga mengutip sebuah pepatah Tiongkok yang sarat makna untuk merefleksikan pentingnya menjaga hubungan baik dalam pergaulan, khususnya di dalam persekutuan Kristiani.
“Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kutipnya,
yang langsung disambut riuh tepuk tangan para remaja.
Lebih lanjut, Kak Joune Ganda mengajak seluruh peserta untuk mengangkat dan menghidupkan semangat oikoumene, sebuah pandangan iman bahwa meski berasal dari latar belakang sinode gereja yang berbeda-beda, mereka semua dipersatukan oleh satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus.
Melalui perkemahan kreatif dan penginjilan ini, diharapkan para remaja dapat saling berbagi pengalaman iman lintas wilayah dan mempererat tali persaudaraan sebagai sesama anak Tuhan.
Mengingat padatnya kegiatan selama empat hari ke depan, panitia juga mengimbau para peserta untuk secara mandiri menjaga kondisi kesehatan masing-masing. Walaupun di lokasi perkemahan telah disiagakan posko-posko kesehatan dan posko pengamanan, kesadaran diri dari para remaja khususnya yang baru pertama kali jauh dari rumah menjadi kunci utama kelancaran acara.
”Mari kita doakan bersama-sama agar kegiatan ini sukses. Ada kebersamaan, ada kesatuan, ada semangat mengasihi Tuhan di antara kita semua, dan semua dalam keadaan sehat dan diberkati,” tutup Kak Joune Ganda mengakhiri sambutannya. (Ficky)

