Minut, Narasione.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Utara terus menggenjot edukasi politik bagi kalangan pelajar. Langkah ini ditegaskan lewat menggelar program Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula yang menyasar ratusan siswa di SMK Yadika Manado, Jumat (31/7/2026).
Agenda tersebut dirancang untuk meretas resistensi politik di tingkat tapak sekaligus mematangkan pemahaman para pelajar yang bakal menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.
Ketua KPU Minahasa Utara, Hendra S. Lumanauw, menegaskan pentingnya membangun benteng kesadaran di tingkat pemilih pemula.
Menurutnya, masa depan kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi muda memahami fungsi dan wewenang lembaga penyelenggara.
”Kesadaran politik yang kita bangun sejak dini adalah fondasi untuk melahirkan proses demokrasi yang berintegritas. Pemilih pemula bukan sekadar angka partisipasi, melainkan penentu arah kebijakan ke depan,” ujar Hendra di hadapan para siswa.
Atmosfer sosialisasi berlangsung dinamis saat memasuki sesi dialog interaktif. Sejumlah pertanyaan kritis mengemuka dari para pelajar, mulai dari penanganan fenomena Golongan Putih (Golput), esensi keberadaan lembaga KPU, hingga regulasi teknis terkait status pernikahan yang mengizinkan seseorang memilih meski belum menginjak usia 17 tahun.
Menjawab dinamika tersebut, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Minut, Risky A. Pogaga, mengurai secara komprehensif mengenai peta kelembagaan, tahapan pemilu, hingga hak serta kewajiban konstitusional warga negara.
Dari kacamata pengawasan, Anggota Bawaslu Minut Waldi Mokodompit yang turut hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya pengawasan partisipatif.
Ia mengajak para siswa untuk ikut mengawal kemurnian suara dan menolak segala bentuk kecurangan dalam proses pemilu.
Apresiasi Pihak Sekolah
Pelaksanaan edukasi politik ini menyedot respons positif dari civitas akademika SMK Yadika Manado.
Mewakili Kepala Sekolah, Merry Sorongan, S.Pd., menyampaikan bahwa pembekalan semacam ini sangat krusial dalam membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab secara sipil.
”Kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang sangat berharga. Anak-anak tidak hanya belajar teori demokrasi di kelas, tetapi mendapatkan pemahaman langsung mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara dari para praktisinya,” tutur Merry.
Turut mengawal jalannya kegiatan tersebut, Anggota KPU Minut Divisi Teknis Penyelenggaraan Ibnu M. Dali, Kasubag Parhubmas dan SDM Wenny M. Sigar, beserta jajaran sekretariat KPU Kabupaten Minahasa Utara.(Ficky)

