Minut, Narasione.com – Dinamika politik Sulawesi Utara menuju Pemilu 2029 mulai memanas lebih awal. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bergerak cepat memperkuat akar rumput dengan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di JG Center, Kamis (28/5/2026).
Langkah taktis yang membidik penguatan mesin partai di tingkat kecamatan ini mendapat atensi khusus dari level provinsi. Ketua DPRD Sulawesi Utara, dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD, terlihat “turun gunung” memantau langsung jalannya restrukturisasi tersebut.
Kehadiran tokoh kunci parlemen Sulut ini menjadi sinyal kuat bahwa Minut memegang posisi geopolitik yang sangat krusial bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Restrukturisasi di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) ini, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri guna menyelaraskan kembali gerak partai dengan mandat Kongres.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Para ketua dan pengurus PAC baru yang lahir dari Musancab kali ini memikul tanggung jawab besar karena akan dilantik langsung oleh Megawati Soekarnoputri saat melakukan lawatan politik ke Sulawesi Utara pada 15–16 Juni 2026 mendatang.
Di hadapan para kader, mantan Gubernur Sulut dua periode itu juga mengingatkan agar struktur partai peka terhadap situasi nasional, terutama dalam menanggapi tekanan ekonomi global yang berdampak pada daya beli masyarakat bawah.
Olly menegaskan, kemenangan politik yang selama ini diraih harus dibayar dengan kerja nyata yang berpihak pada ideologi Marhaenisme.
”Seluruh tingkatan struktur harus hadir memberikan solusi bagi masyarakat bawah,” kata Olly, sembari menekankan pentingnya kaderisasi yang sehat demi mengikis apatisme publik terhadap politik.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Minut yang juga Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengamankan dan menjalankan roda organisasi di bawah kepengurusan yang baru.
Bagi Joune, dominasi total PDIP di eksekutif dan legislatif Minut harus menjadi momentum untuk mempererat semangat gotong royong, bukan justru menciptakan jarak dengan konstituen.
”Kita memegang tanggung jawab yang sangat besar di Minut. Seluruh kader wajib mempertahankan identitas kita sebagai partainya ‘Wong Cilik’. Jangan pernah ada sekat atau jarak dengan masyarakat,” tegas Joune di akhir agenda konsolidasi.
Kehadiran dr. Andi Silangen bersama jajaran elite PDIP Sulut di JG Center ini menegaskan bahwa soliditas internal dan pengawasan ketat dari struktural senior menjadi modal utama yang disiapkan PDIP untuk mempertahankan dominasinya di Tanah Tonsea pada sisa dekade ini. (Ficky)

