Minahasa, Narasione.com- Janji Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, untuk mensejahterahkan masyarakat di “Bumi Nyiur Melambai” ternyata bukan ‘Lip Service’.
Lobi demi lobi dilakukan Orang nomor satu di Sulut ini, guna menyelesaikan misi mulia dalam mensejahterahkan masyarakat di di daerah, perlahan tapi pasti mulai direalisasikan dengan tetap berdisiplin dalam aturan.
Buktinya, bergantian pekan lalu Sulawesi Utara dihadiri Mendagri Muhamad Tito Karnavian dalam sejumlah agenda, diantaranya penyerahan Kapal Layanan kesehatan di daerah kepulauan Talaud dan Sangihe.
Hari ini, Sulut didatangi Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia, guna meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan penyalaan perdana Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Rabu (29/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bahlil, menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bagi seluruh Warga Minahasa.
“Pemerintah telah berikrar, untuk menghadirkan energi listrik yang bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, sebelum melakukan perjalanan ke Sulut, saya terlebih dahulu bertemu dengan Presiden, dan Bapak Presiden menitipkan pesan salam hangat bagi seluruh Masyarakat Minahasa, kata Menteri Bahlil.
Pemerintah berkomitmen lanjut Menteri Bahlil, untuk tahun 2026 tidak ada lagi desa yang belum memiliki listrik di seluruh pelosok Sulawesi Utara.
“Untuk tahun 2026, pemerintah berkomitmen, tidak ada lagi desa yang gelap, termasuk daerah perbatasan. Karena terdata, di Sulawesi Utara ada sekitar 12 desa di Kepulauan yang belum memiliki listrik, apalagi daerah yang berbatasan langsung dengan Negara lain, karena itu ini menjadi komitmen kehadiran Negara hingga ke seluruh pelosok terpencil,” terang Menteri, sembari mengapresiasi kinerja Gubernur YSK yang telah memperjuangkan pemerataan energi hingga ke daerah perbatasan.
Sementara Itu, Gubernur Yulius Selvanus mengatakan jika, dirinya bersyukur atas perhatian Pemerintah pusat yang mendukung penuh terciptanya pemerintahan yang pro rakyat.
“Dengan adanya listrik maka putaran ekonomi, pendidikan bahkan layanan publik dapat berjalan dengan baik, karena itu momentum ini, bukan soal penerangan tetapi, komitmen Pemerintah terhadap pemerataan pembangunan di daerah,” jelas Gubernur Selvanus.
Diketahui, PLTMH adalah sistem pembangkit berskala kecil yang memanfaatkan energi aliran sungai atau irigasi, guna menghasilkan tenaga listrik melalui teknologi yang ramah lingkungan.
Dari 25 Desa dengan total 112 rumah tangga penerima manfaat, diantaranya, Sendangan, Tounelet, Wasian, Ampreng, Noongan, Raringis, Tumaratas, Walewangko, Kawatak, Karondoran, dan Winebetan. (Ficky)
