Deli Serdang, Narasione.com– Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Joune Ganda, membekali 20 finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 dengan strategi taktis pembangunan daerah.
Dalam pembekalan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026), Joune memaparkan peta jalan keberhasilan (success story) tata kelola Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sebagai referensi konkret.
Agenda yang diinisiasi oleh Yayasan Putri Otonomi bersama Panitia Pelaksana POI 2026 ini didesain sebagai ruang diskusi interaktif (sharing session) bersama jajaran pengurus APKASI.
Joune Ganda menegaskan bahwa standarisasi kontes kecantikan saat ini telah bergeser ke arah fungsional. Para finalis dituntut mengambil peran praktis sebagai representasi pembuat kebijakan lokal di panggung nasional.
”Ajang ini bukan sekadar kompetisi figural. Kita butuh representative tangguh yang mampu berposisi sebagai ambassador untuk menggerakkan empat sektor kunci di daerah: pariwisata, kebudayaan, inovasi, dan akselerasi investasi,” ujar Joune Ganda.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberlangsungan otonomi daerah di tingkat kabupaten seluruh Indonesia sangat bergantung pada kemampuan wilayah dalam mengomunikasikan potensinya ke luar.
Kehadiran para Putri Otonomi diharapkan mampu memotong sumbatan komunikasi tersebut dan membawa dampak linier bagi kinerja pemerintah daerah.
”Esensinya adalah kontribusi nyata. Bagaimana putri-putri terbaik ini setelah selesai berkompetisi, kembali ke daerah dan menjadi motor penggerak yang membanggakan,” terang Joune Ganda.
Sesi pembekalan ini ditutup dengan penegasan semangat kolektif untuk membangun fondasi bangsa yang kuat dari tingkat akar rumput, sebagaimana tecermin dalam komitmen “Dari Daerah untuk Indonesia” serta filosofi lokal Minahasa, “Pakatuan wo pakalawiden” sebuah pijakan moral untuk saling menopang dan mewujudkan kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.(Ficky)

