Site icon Narasione.com

Terima Penganugerahan IPDN, Gubernur Yulius Selvanus Ingatkan Praja Jadi Penggerak Perubahan

Jatinangor, Narasione,com- Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., resmi menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus disematkan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Penganugerahan tersebut diserahkan langsung dalam upacara kehormatan di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Penghargaan tertinggi dari kampus pamong praja ini diberikan atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusi Yulius dalam mendorong tata kelola pemerintahan daerah dan pengembangan pendidikan kepamongprajaan.

Di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., jajaran civitas akademika, dan ratusan praja, Gubernur Yulius menegaskan bahwa pin kehormatan yang disematkan di dadanya bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bentuk tanggung jawab moral yang besar.

“Penganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Dalam amanatnya, mantan Perwira Tinggi TNI AD itu memberi penekanan khusus terkait kesiapan calon birokrat menghadapi era digital. Menurutnya, praja IPDN yang kelak mengisi pos-pos strategis pemerintahan tidak boleh gagap terhadap perkembangan teknologi.

Ia menyoroti pentingnya penguasaan Artificial Intelligence (AI) dan pengelolaan big data agar birokrasi dapat bergerak lebih lincah (agile), adaptif, serta berdaya saing global.

“Aparatur pemerintah tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku. Anda harus mampu membaca potensi diri, beradaptasi dengan teknologi, dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di birokrasi, serta kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Menutup oratorinya, Gubernur Yulius memberikan pesan menohok bagi para praja agar memiliki mentalitas penggerak, bukan sekadar pelengkap di dalam struktur birokrasi.

“Jangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!” pungkas Gubernur.

Kartika Pamong Praja Madya sendiri merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari IPDN kepada kepala daerah tingkat provinsi yang dinilai berhasil memperkuat tata kelola pemerintahan, merawat integritas pelayanan publik, serta memberdayakan alumni kepamongprajaan di daerah. (Advetorial)

Exit mobile version