Apresiasi Bupati Minut untuk Women Mangrove Warrior, Dari Desa Sarawet Menuju Panggung Dunia

Minahasa Utara62 Dilihat
banner 468x60

Narasione.com, Minut- Nama Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali harum di kancah internasional. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari Wisye Sahambangung, perwakilan komunitas Women Mangrove Warrior asal Desa Sarawet. Ia berhasil membawa misi pelestarian lingkungan ke panggung dunia dalam forum Women Deliver 2026 yang berlangsung di Melbourne, Australia, pada akhir April 2026.

​Wisye dan delegasinya hadir sebagai representasi nyata bagaimana perempuan di tingkat akar rumput mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan iklim. Di hadapan peserta dari berbagai belahan dunia, Wisye membagikan kisah sukses perempuan pesisir Minut dalam menjaga ekosistem mangrove sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

banner 336x280

​Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE., MAP., MM., MSi, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian para pejuang lingkungan ini. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh para perempuan dari Desa Sarawet adalah bukti konkret keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Minut.

​“Apresiasi yang luar biasa untuk para Srikandi mangrove kita. Kehadiran mereka di Melbourne membuktikan bahwa perempuan desa dari Minahasa Utara memiliki peran strategis dan mampu menjadi agen perubahan global dalam isu lingkungan serta inklusivitas,” ujar Bupati Joune Ganda.

​Dalam sesi bertajuk “Guardians of the Coast: Women Leading Climate Justice”, Wisye Sahambangung memaparkan bagaimana kolaborasi aktif perempuan di desanya telah mengubah wajah pesisir. Tidak hanya sekadar menanam, mereka terlibat langsung mulai dari proses pembibitan hingga pengawasan hutan mangrove.

​“Kami ingin dunia tahu bahwa perempuan bukan hanya penonton dalam isu perubahan iklim. Melalui Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP), kami membuktikan bahwa menjaga alam bisa berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan rumah tangga,” jelas Wisye.

​Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan pendampingan dari CARE Indonesia dan Yayasan Bumi Tangguh. Dukungan tersebut telah membangun kepercayaan diri para pejuang lingkungan ini untuk menyuarakan aspirasi mereka di forum internasional.

​Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkomitmen untuk terus mendukung program-program berbasis masyarakat seperti ini. Kedepannya, kawasan mangrove di Minut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai benteng perlindungan abrasi, tetapi juga berkembang menjadi pusat pariwisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *