Bupati JG Instruksikan Layanan Medis Cepat dan Tanpa Syarat, Bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan Makanan

Minahasa Utara411 Dilihat
banner 468x60

​Minut, Narasione.com- Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, mengambil langkah cepat menyikapi insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi setelah mengonsumsi Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025).

banner 336x280

​Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan penanganan medis maksimal bagi seluruh korban.

Ia langsung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk berkolaborasi penuh membantu pihak rumah sakit.

​”Sejak ada laporan, saya langsung memerintahkan semua OPD sesuai dengan tupoksi masing-masing membantu pihak rumah sakit,” tegas Bupati Joune Ganda saat dikonfirmasi media.

​Abaikan Status BPJS untuk Penanganan Darurat

​Dalam keadaan darurat ini, Bupati Ganda memberikan instruksi tegas kepada seluruh rumah sakit yang menangani korban, termasuk RSUD Walanda Maramias, RSU Tonsea, dan RSU Hermana Lembean untuk mengabaikan hambatan administrasi, terutama terkait status kepesertaan BPJS Kesehatan.

​”Saya mewanti-wanti agar semua korban mendapatkan penanganan medis yang cepat dan maksimal, jangan sampai ada hambatan administrasi. Saya minta agar seluruh rumah sakit yang menangani korban, abaikan soal status kepesertaan BPJS. Jadi yang aktif maupun tidak harus mendapatkan pelayanan yang sama. Soal status kepesertaan BPJS nanti dilengkapi kemudian,” ucapnya, memastikan tidak ada penundaan layanan.

Bupati Joune Ganda, yang juga Sekjen Apkasi, menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Pemkab Minut.

“Kehadiran kami dalam kasus ini untuk memastikan bahwa semua korban ditangani secara serius dan tuntas, tidak masuk pada persoalan lain. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

​Selain instansi kesehatan dan pendidikan, Bupati juga memerintahkan BPBD Minut untuk memberikan bantuan logistik, seperti kasur, guna mengatasi kekurangan fasilitas di beberapa rumah sakit.

​Kondisi Korban dan Dukungan Lapangan

​Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Jofieta Supit, melaporkan perkembangan penanganan korban yang saat ini dirawat di tiga rumah sakit. Sebagian besar korban mengeluhkan gejala seperti sakit perut, muntah, dan diare. Insiden ini juga dilaporkan dialami oleh sejumlah guru.

​”Sesuai perintah Bapak Bupati dan Wakil Bupati, sejak malam hingga siang ini kami terus memantau kondisi para korban. Hingga saat ini anak-anak korban telah ditangani, ada yang rawat jalan ada yang rawat inap,” jelas Jofieta Supit saat berada di RSU Tonsea Airmadidi.

​Kadis Jofieta Supit mengakui bahwa unit gawat darurat (UGD) sempat kewalahan karena banyaknya pasien yang masuk dalam waktu bersamaan, bahkan beberapa korban belum mendapatkan tempat tidur.

​”Khusus di RSU Tonsea ada kondisi kurang tempat tidur dan ruang perawatan. Namun, pihak rumah sakit telah sigap membuka ruang aula sebagai ruang perawatan sementara. Dan untuk kasur, ada dukungan dari BPBD,” tambahnya, menunjukkan upaya kolaboratif dalam penanganan krisis. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *