Diakui 8 Negara, Kepemimpinan Bupati Minut Bawa Minahasa Utara Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Pesisir Dunia

Uncategorized88 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Kabupaten Minahasa Utara bersiap menjadi pusat perhatian dalam agenda lingkungan berskala internasional. Pada Oktober 2026 mendatang, daerah ini dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan jaringan Coastal 500, forum global yang mempertemukan kepala daerah pesisir dari berbagai negara untuk membahas pengelolaan laut berkelanjutan.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 12–16 Oktober 2026 itu diprakarsai organisasi nirlaba internasional Rare dan dipusatkan di kawasan Likupang serta wilayah kepulauan Minahasa Utara. Forum tersebut akan menghadirkan para wali kota dan bupati dari delapan negara anggota Coastal 500.

banner 336x280

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menilai penunjukan ini menjadi pengakuan internasional atas langkah daerah dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Minahasa Utara, Jack Paruntu, mengatakan keberhasilan Minut menjadi tuan rumah tidak lepas dari implementasi Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang telah dijalankan di sejumlah desa kepulauan.

Menurutnya, program tersebut mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

“Melalui PAAP, masyarakat nelayan diberi ruang untuk mengatur dan menjaga wilayah tangkapnya sendiri. Ini bukan hanya soal konservasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi warga pesisir,” ujar Paruntu.

Program PAAP di Minahasa Utara saat ini telah berjalan di tujuh desa, yakni Gangga I, Gangga II, Kahuku, Ehe, Kinabuhutan, Talise, dan Tambun. Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama pemerintah membentuk kawasan perlindungan laut berbasis lokal melalui Kawasan Larang Ambil (KLA).

Konsep tersebut dikenal warga sebagai “tabungan ikan”, yakni zona tertentu yang tidak boleh dieksploitasi untuk memberi kesempatan ekosistem laut pulih secara alami. Dampaknya, populasi ikan di wilayah sekitar tetap terjaga dan hasil tangkapan nelayan dinilai lebih stabil.

Selain menjadi lokasi pelaksanaan Coastal 500, Bupati Minahasa Utara juga dijadwalkan resmi bergabung sebagai anggota jaringan internasional tersebut. Prosesi pengukuhan akan disertai penandatanganan komitmen lingkungan bersama para pemimpin daerah pesisir lainnya.

Rare Indonesia melalui Direktur Kebijakan, Ray Chandra Purnama, bersama timnya disebut terus berkoordinasi dengan Pemkab Minut guna mematangkan agenda kegiatan.

Seluruh pembiayaan pelaksanaan forum internasional ini akan ditanggung oleh Rare.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi jamuan penyambutan, forum diskusi kebijakan pesisir, kunjungan lapangan ke kawasan PAAP di Pulau Gangga, hingga pemberian penghargaan kepada daerah yang dinilai berhasil menjalankan praktik pengelolaan laut berkelanjutan.

Pemerintah daerah berharap momentum ini tidak hanya memperkuat posisi Minahasa Utara dalam jaringan kerja sama lingkungan global, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama di kawasan Likupang yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Sulawesi Utara.

Rare sendiri merupakan organisasi nirlaba berbasis di Arlington, Amerika Serikat, yang sejak 2019 aktif menjalankan program pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Di Sulawesi Utara, program mereka telah menjangkau sejumlah kabupaten melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas nelayan. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *