Dorong ‘Sport Tourism’, Pemdes Tumaluntung Sukses Gelar Fun Run 5K, Ini Harapan Richard Kamagi

Minahasa Utara80 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Pemerintah Desa Wisata Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, terus berupaya memberikan yang terbaik dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis kerakyatan.

banner 336x280

Buktinya, dengan mengusung konsep sport tourism, pemerintah desa setempat sukses menggebrak lewat ajang Fun Run 5K yang memadukan aktivitas olahraga dengan promosi wisata lokal.

​Langkah yang diinisiasi oleh Hukum Tua Desa Tumaluntung, Richard Stevanus Kamagi, S.H., ini membidik multi-efek: mengenalkan eksotisme alam desa, menonjolkan warisan budaya, sekaligus memamerkan kehangatan khas warga lokal kepada para wisatawan.

​”Komitmen kami adalah membentuk citra Desa Wisata Tumaluntung sebagai destinasi yang tidak sekadar menyuguhkan estetika visual, melainkan juga ruang yang sehat dan dinamis. Lewat Fun Run 5K, kita bergerak bersama menikmati panorama senja desa yang asri sembari menjaga kebugaran tubuh,” ujar Kamagi kepada Media ini, Jumat (17/7/2026).

​Mengambil titik mula dan berakhir di Mataluntung Coffee, event lari santai sejauh 5 kilometer ini menyedot antusiasme masif. Berbagai elemen masyarakat tumpah ruah, mulai dari generasi muda, pekerja, hingga barisan komunitas pelari lintas wilayah Minahasa Utara.

​Menariknya, agenda ini tidak melulu soal fisik. Pemdes Tumaluntung secara cerdas mengintegrasikan perputaran ekonomi mikro dengan menyediakan ruang khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di sekitar area acara.

​Richard menegaskan, agenda semacam ini menjadi fondasi awal dari cetak biru pariwisata berkelanjutan di wilayahnya. Ke depan, Tumaluntung diproyeksikan bakal menjadi tuan rumah berkala bagi rentetan festival olahraga, ritus budaya, hingga program edukasi berbasis lingkungan.

​”Sinergi dan sokongan penuh dari warga adalah modal utama kami. Harapan besarnya, konsistensi event seperti Fun Run 5K ini mampu mengerek popularitas Tumaluntung sebagai salah satu magnet wisata premier di Minahasa Utara,” kunci pria berlatar belakang sarjana hukum tersebut.

​Inovasi di tingkat desa ini pun menuai respons positif dari jajaran vertikal. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minahasa Utara, Sefferson Sumampouw, SSTP., SIP., M.Si, yang memantau langsung jalannya acara, melayangkan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemdes Tumaluntung.

​”Ini adalah contoh konkret. Kemitraan yang solid antara otoritas desa dan warga lokal merupakan instrumen paling krusial dalam mempercepat kemandirian destinasi wisata di Minut,” puji Sefferson.

​Suasana kian semarak hingga malam hari berkat hadirnya panggung ekspresi seni. Para peserta dan pengunjung disuguhi harmonisasi musik kolintang modern, pertunjukan musik kontemporer, pameran mini produk unggulan UMKM, hingga suguhan tarian tradisional yang mempertegas identitas lokal Desa Tumaluntung. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *