Edukasi Sejak Dini, PLN UP3 Luwuk Dorong Siswa MAN 1 Banggai Jadi Agen Keselamatan Listrik

Nasional, PLN19 Dilihat
banner 468x60

Luwuk, Narasione.com- Potensi bahaya instalasi listrik sering kali luput dari perhatian, terutama di lingkungan sekitar tempat tinggal dan sekolah. Menanggapi hal tersebut, PT PLN (Persero) UP3 Luwuk menggelar sosialisasi mitigasi risiko ketenagalistrikan bagi ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banggai pada Senin (14/9).

banner 336x280

​Langkah ini menyasar kelompok pelajar untuk membentuk pemahaman preventif soal pengelolaan dan bahaya listrik sejak dini. Materi yang disampaikan tidak hanya seputar teori dasar, melainkan fokus pada tindakan praktis yang dekat dengan keseharian mereka.

​Para siswa dibekali edukasi mengenai larangan beraktivitas di radius berbahaya jaringan transmisi, seperti bermain layang-layang dekat kabel utama atau mendirikan bangunan yang melanggar jarak bebas aman.

Selain itu, penggunaan perangkat elektronik rumah tangga yang aman dan standar instalasi listrik turut menjadi poin bahasan utama.

​General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa upaya pencegahan paling efektif berawal dari edukasi langsung di lapangan.

​“Keselamatan ketenagalistrikan adalah prioritas utama kami. Melalui edukasi ke sekolah-sekolah, kami ingin membangun fondasi kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak hanya cakap memanfaatkan listrik, tetapi juga paham cara menjaga keselamatan diri dan lingkungan,” kata Usman.

​Sementara itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai penggerak kesadaran di tingkat tapak. Ia berharap materi yang didapat dari sosialisasi ini tidak berhenti di area sekolah saja.

​“Kami berharap para siswa dapat menjadi agent of safety kelistrikan. Pengetahuan sederhana ini harapannya disebarluaskan ke keluarga dan tetangga, sehingga terbentuk ekosistem sosial yang peduli pada keselamatan listrik,” ujar Ridwan.

​Sebagai penanganan awal jika terjadi potensi bahaya, PLN mengimbau warga untuk tidak melakukan penanganan mandiri yang berisiko. Setiap kendala atau ancaman gangguan disarankan langsung dilaporkan melalui kanal resmi, seperti aplikasi PLN Mobile.

​Respons positif juga datang dari pihak sekolah. Kepala MAN 1 Banggai, Muhammad Basri, mengapresiasi inisiatif PLN yang turun langsung memberikan pemahaman teknis dalam bahasa yang mudah dicerna peserta didik.

​“Materi ini sangat aplikatif untuk meningkatkan kewaspadaan siswa. Harapan kami, sinergi ini terus berlanjut agar anak-anak dibekali pemahaman mitigasi risiko yang nyata di kehidupan sehari-hari,” tutup Basri. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *