Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Tahun, Gubernur Yulius Selvanus: Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

banner 468x60

Penulis : Ficky

Manado, Narasione.com- Menghadapi anomali cuaca yang kian tak menentu serta persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah cepat.

banner 336x280

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan tidak boleh ada kelengahan sedikitpun dari aparat gabungan dalam memitigasi risiko bencana.

​Hal tersebut diungkapkan Yulius usai memimpin langsung Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado, Senin (8/12/2025).

​Di hadapan sekitar 400 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga instansi teknis lainnya, Yulius menekankan filosofi sederhana namun krusial dalam penanggulangan bencana: antisipasi dini.

​“Kita pakai prinsip sedia payung sebelum hujan. Jangan tunggu kejadian baru sibuk. Cuaca sekarang, baik di Indonesia maupun global, sedang sangat sulit diprediksi. Kita harus satu langkah di depan potensi bencana itu,” tegas Yulius saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
​Instruksi Khusus untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

​Mantan perwira tinggi TNI ini, tidak hanya memberikan arahan umum. Secara spesifik, ia menugaskan ujung tombak keamanan di desa dan kelurahan, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk lebih agresif turun ke lapangan.

​Menurut Yulius, deteksi dini potensi longsor dan banjir ada di tangan mereka yang paling dekat dengan masyarakat.

​“Saya minta Babinsa dan Bhabinkamtibmas tingkatkan patroli. Gandeng pemerintah setempat. Cek titik-titik rawan banjir dan tanah longsor. Laporan dari mereka sangat vital untuk mencegah korban jiwa,” instruksinya.

​​Selain fokus pada bencana alam, Yulius juga menyoroti mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia mewanti-wanti operator transportasi darat, laut, dan udara, serta masyarakat umum untuk tidak memaksakan diri melawan alam.

​“Ini mau Nataru, arus mudik pasti tinggi. Saya ingatkan betul, kalau cuaca buruk, jangan paksa jalan. Keselamatan itu nomor satu. Lebih baik tunda perjalanan daripada ambil risiko fatal di jalan atau di laut,” ujar Gubernur.


​Dalam apel yang turut dihadiri Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, serta Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip tersebut, Yulius juga sempat melakukan inspeksi mendetail terhadap peralatan SAR dan logistik.

​Ia meminta agar setelah apel pembubaran, koordinasi antar-sektor tidak putus. “Cek lagi perlengkapan, pastikan logistik siap pakai. Koordinasi jangan cuma di lapangan saat upacara, tapi harus jalan terus sampai situasi benar-benar aman,” pungkasnya.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan kondusif dan diakhiri dengan pengecekan kesiapan kendaraan taktis serta alat berat milik instansi terkait.(Advetorial)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *