Minut, Narasione.com– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui inovasi digital.
Salah satu inovasi yang kini ditawarkan adalah SI-KLABAT (Sistem Kompetensi Pelatihan, Pengembangan Pembelajaran Asinkron Terintegrasi), sebuah aplikasi pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan ASN mengikuti pelatihan sekaligus memperoleh sertifikat kompetensi secara digital.
Kepala BKPSDM Minut, Herman Mengko, M.Si., menjelaskan, kehadiran SI-KLABAT memberikan kemudahan bagi ASN dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi tanpa harus dibatasi tempat maupun waktu.
Melalui aplikasi tersebut, ASN dapat mengakses materi pembelajaran, mengikuti evaluasi, hingga memperoleh sertifikat apabila memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan.
“Seluruh ASN ketika mengikuti proses pembelajaran dalam aplikasi itu, mereka langsung mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini nantinya digunakan dalam pengembangan kompetensi,” jelas Mengko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, sertifikat yang diperoleh melalui SI-KLABAT juga memiliki peran penting dalam penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya sebagai salah satu persyaratan dalam proses promosi jabatan.
Dalam sistem manajemen talenta, rekam jejak pengembangan kompetensi menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan, termasuk bagi ASN yang berada dalam kelompok pemetaan talenta atau box 7, 8, dan 9.
Tak hanya itu, SI-KLABAT juga memangkas proses administrasi yang selama ini harus dilakukan secara manual oleh ASN.
Jika sebelumnya sertifikat pelatihan harus diunggah sendiri ke aplikasi MyASN, kini melalui SI-KLABAT, sertifikat yang diperoleh dapat terintegrasi langsung dengan sistem MyASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Biasanya kalau ASN mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat, mereka harus meng-upload secara manual di MyASN. Tetapi dengan inovasi ini, semuanya sudah terintegrasi langsung,” ungkapnya.
Dari sisi penggunaan, aplikasi tersebut juga terbilang praktis. ASN cukup masuk menggunakan akun masing-masing, kemudian memilih materi pembelajaran yang tersedia dan menjawab soal evaluasi.
Apabila memenuhi nilai kelulusan yang ditentukan, sertifikat akan diterbitkan. Sebaliknya, jika belum mencapai standar, ASN masih diberikan kesempatan untuk mengulang pembelajaran dan evaluasi.
Aplikasi ini dapat diakses menggunakan perangkat Android sehingga ASN bisa mengikuti pembelajaran dari kantor maupun rumah.
Mengko menegaskan, pihaknya mendorong seluruh ASN di Minahasa Utara memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Ia mengatakan, Bupati Minahasa Utara telah menetapkan target tinggi dalam pengembangan kompetensi ASN. Karena itu, setiap aparatur diharapkan memiliki kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Oleh karena itu, wajib bagi seluruh ASN Minahasa Utara untuk mengembangkan kompetensi melalui proses pembelajaran dan pelatihan yang kami tawarkan lewat SI-KLABAT,” tegasnya.
Mengko berharap inovasi tersebut tidak sekadar menjadi aplikasi pendukung administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membangun aparatur yang profesional, kompeten, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan publik di Minahasa Utara. (Ficky)















