Hilirisasi Kelapa di Minut, Upaya Pemprov Sulut Kembalikan Kejayaan ‘Pohon Kehidupan’

Uncategorized2 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan melalui program hilirisasi dan peremajaan kelapa. Hal ini ditandai dengan aksi penanaman perdana yang berlangsung di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, pada Senin (2/3/2026).

​Mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyampaikan bahwa kelapa bukan sekadar komoditas, melainkan identitas ekonomi bagi masyarakat “Bumi Nyiur Melambai”. Namun, ia mengakui adanya tantangan besar berupa penurunan produktivitas akibat usia pohon yang sudah tua serta dampak perubahan iklim.

banner 336x280

​”Tahun 2026 ini, Minahasa Utara mendapat dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk lahan kelapa seluas 10.000 hektare. Ini adalah langkah strategis untuk meremajakan kebun rakyat agar kembali produktif,” ujar Victor.

​Ia menekankan bahwa peremajaan ini tidak hanya soal mengganti bibit, tetapi juga transformasi tata kelola pertanian dengan teknologi modern. Pemerintah berharap petani lebih terbuka terhadap inovasi agar hasil panen tidak hanya melimpah, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

​Di lokasi yang sama, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan RI, Kuntoro Boga Andri, mengungkapkan bahwa Sulawesi Utara menjadi fokus pengembangan tiga komoditas utama: kelapa, kakao, dan pala. Khusus untuk kelapa, total area yang akan diremajakan tahun ini mencapai 18.000 hektare di seluruh wilayah Sulut.

​Kuntoro menyoroti ironi yang dialami petani saat ini, di mana sebagian besar masih menjual kelapa dalam bentuk mentah (butiran) atau kopra dengan nilai ekonomi rendah. Padahal, potensi produk turunan seperti gula semut, arang batok, hingga sabut kelapa (cocopeat) memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

​”Kita belajar dari komoditas pala. Jika dijual biji kering harganya Rp100 ribu, tapi setelah diolah jadi bubuk di luar negeri, harganya bisa melonjak sepuluh kali lipat. Kelapa juga punya potensi serupa,” jelas Kuntoro.

​Melalui program hilirisasi ini, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah bertekad memastikan petani tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri. Fokus utamanya adalah membekali petani agar mampu mengolah hasil kebun mereka menjadi produk bernilai tambah, sehingga kesejahteraan masyarakat perdesaan dapat meningkat secara signifikan.

​Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Sulawesi Utara untuk mengukuhkan kembali posisinya sebagai sentra kelapa nasional yang modern dan berorientasi ekspor. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *