Investasi Tembus Rp779 Miliar, Minahasa Utara Raih Apresiasi Khusus Gubernur Sulut

Minahasa Utara123 Dilihat
banner 468x60

Manado, Narasione.com- Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian di Sulawesi Utara. Atas capaian gemilang dalam menyerap investasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi khusus kepada Minahasa Utara atas kontribusi signifikannya terhadap capaian Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, SH., MH., saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., dalam forum Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Kamis (21/5/2026).

banner 336x280

​Dalam laporan realisasi investasi Triwulan I-2026, Sulawesi Utara secara total berhasil membukukan modal masuk sebesar Rp2,13 triliun. Dari angka tersebut, Kabupaten Minahasa Utara berhasil menyumbang sebesar Rp779 miliar atau setara dengan 36% dari total realisasi provinsi, menempel ketat Kota Manado yang berada di posisi pertama.

​”Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kabupaten Minahasa Utara atas capaian investasi yang menyentuh angka Rp779 miliar. Namun, di sisi lain, ketimpangan yang lebar dengan daerah lain harus menjadi perhatian serius,” ujar Wagub Victor menyampaikan pesan Gubernur.

​Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J. E. Ganda, SE., MAP., MM., M.Si., yang hadir langsung dalam forum tersebut, berkesempatan memaparkan strategi dan evaluasi keberhasilan daerahnya dalam menjaga iklim investasi PMA dan PMDN sepanjang tahun berjalan.


​Meski Minahasa Utara menunjukkan performa yang solid, Gubernur menegaskan bahwa capaian total Sulut secara makro masih menjadi alarm waspada (wake-up call). Pasalnya, target investasi Sulut tahun 2026 dipatok sebesar Rp12,13 triliun, namun serapan di kuartal pertama ini baru menyentuh kisaran 18%. Angka ini turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mampu mencapai 33%.

​Ditambah lagi, laju pertumbuhan ekonomi domestik Sulut pada Q1-2026 (3,25% yoy) masih berada di bawah akselerasi rata-rata nasional yang melesat di angka 5,96%. Menanggapi hal tersebut, Pemprov Sulut bersama Bank Indonesia merumuskan tiga strategi intervensi ketat yang wajib dikawal oleh seluruh kepala daerah:

​Monitoring Bulanan: Pengawasan berkala secara ketat terhadap seluruh proyek strategis daerah agar kendala bisa dideteksi lebih dini.

​Debottlenecking: Penyelesaian cepat terhadap segala sumbatan regulasi serta konflik pembebasan lahan lintas wilayah.

​Hilirisasi & Diversifikasi Sektor: Menggeser fokus dari sektor tradisional ke industri padat karya bernilai tambah tinggi, seperti pengolahan komoditas tuna, cakalang, kelapa, serta ekosistem smart tourism.


​Di akhir sambutan, Wagub Sulut menekankan pentingnya optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di setiap kabupaten dan kota sebagai wajah kemudahan berusaha bagi para investor.
​”Investasi bukan hanya soal angka, tapi soal kepercayaan. Kami tidak butuh laporan administrasi yang indah di atas kertas, yang kami butuh adalah eksekusi nyata di lapangan,” tegasnya.

​Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto, Kepala Kantor Bea Cukai Bitung Didit Prayudi Sidharta, serta jajaran Bupati dan Walikota se-Sulawesi Utara. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *