Minut, Narasione. com- Di koridor kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Kamis siang itu (26/02/2026), suasana tampak sibuk namun penuh optimisme. Jofieta Supit, sang Kepala Dinas, duduk di ruang kerjanya sembari memaparkan sebuah peta jalan baru bagi masa depan para siswa di wilayah yang dipimpin Bupati Joune Ganda tersebut.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kini tengah bersiap menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebuah standar baru yang dirancang untuk mengukur sejauh mana kesiapan intelektual siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Langkah ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan implementasi nyata dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025.
”TKA ini adalah komitmen kita untuk memberikan tolok ukur yang jelas. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan SD dan SMP di Minut memiliki kompetensi yang kuat sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.” ujar Jovieta.
Perjalanan menuju pelaksanaan TKA ini dimulai dengan langkah-langkah administratif yang krusial. Saat ini, tim di Dinas Pendidikan sedang berfokus merampungkan data peserta. Setiap siswa akan didaftarkan kembali untuk memastikan tidak ada yang terlewat dalam proses pemetaan kemampuan ini.
Namun, Jofieta menyadari bahwa tantangan di lapangan tidaklah sesederhana membalik telapak tangan. Kondisi geografis Minahasa Utara menuntut perhatian ekstra, terutama terkait ketersediaan perangkat komputer dan stabilitas sinyal internet di setiap sekolah. Inilah yang menjadi fokus evaluasi dinas sebelum ujian benar-benar dimulai.
Di balik teknis pelaksanaan, ada pesan besar yang ingin disampaikan oleh Pemkab Minut. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang paling berharga.
”Dunia luar semakin kompetitif. Melalui TKA ini, kita tidak hanya memberikan ujian, tapi membangun mental juang dan strategi belajar sejak dini,” tambah Jofieta. Ia percaya bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua adalah kunci agar siswa siap menghadapi persaingan global yang kian ketat.
Bagi para siswa di Minahasa Utara, TKA bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah panggung pertama untuk membuktikan bahwa mereka memiliki keberanian menghadapi tantangan, bekal untuk menjadi generasi emas yang akan memajukan bangsa di masa depan. (Ficky)












