Jakarta, Narasione.com- Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, menekankan bahwa kunci utama percepatan transformasi daerah terletak pada keharmonisan hubungan antara eksekutif dan legislatif.
Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Minahasa Utara di The Grove Suites, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dalam forum bertajuk pendalaman tugas legislatif tersebut, Bupati Joune menyatakan bahwa di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, kerja sama antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD tidak boleh lagi hanya bersifat formalitas administratif.
”Kita perlu membangun kemitraan strategis yang nyata. Sinergi yang solid adalah pondasi utama untuk meningkatkan daya saing daerah dan memastikan kesejahteraan masyarakat tersalurkan secara merata,” tutur Joune Ganda.
Bupati juga memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai Minahasa Utara dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Berdasarkan data makro, angka harapan hidup di wilayah tersebut naik menjadi 75,02 tahun pada 2025. Di sektor ketenagakerjaan, angka pengangguran berhasil ditekan dari 7,17% menjadi 6,18%.
Pertumbuhan ekonomi pun menunjukkan tren impresif dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang kini mencapai Rp22,365 triliun, didukung oleh stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas angka 5 persen.
Meski demikian, Bupati mengingatkan jajaran legislatif untuk tidak terlena. Ia menyoroti fenomena dunia VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih lincah dan inovatif, terutama dalam mengelola potensi besar di sektor pariwisata Likupang, kelautan, dan pertanian.
Bupati Joune berharap DPRD dapat memaksimalkan fungsinya dalam hal regulasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital.
”Setiap kebijakan yang lahir dari meja kerja kita harus berorientasi pada aspirasi rakyat. Melalui Bimtek ini, saya berharap kapasitas anggota dewan semakin kuat sehingga kita bisa berjalan beriringan mewujudkan Minahasa Utara yang lebih maju,” pungkasnya.
Kegiatan Bimtek yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Mei 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama demi keberlanjutan pembangunan di Tanah Tonsea. (Advetorial)


















