Sambut Baik Film ‘Teman Tegar Maira’, Kadisdik Minut: Terima Kasih Aksa Bumi Langit

banner 468x60

Penulis: Ficky Koloay

​Manado, Narasione.com– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran karya sinematik terbaru bertajuk Teman Tegar Maira: Whisper from Papua. Film yang sarat akan pesan edukasi, keadilan iklim, dan inklusivitas ini dinilai menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan di Tanah Tonsea (Minahasa Utara, red).

banner 336x280

​Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Minut, Dr. Joune Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minut, Ir. Jofieta, M.Si. Pihak Pemkab menyampaikan terima kasih khusus kepada perwakilan Aksa Bumi Langit, Rere, yang telah memfasilitasi dan memberi ruang bagi para pendidik di Minut untuk mengakses film inspiratif ini.

​Dalam penyampaiannya, Ir. Jofieta meluruskan informasi terkait pelaksanaan nonton bareng (nobar). Dirinya menegaskan bahwa agenda nobar bagi rombongan Kepala sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa Utara secara gratis.

​”Kami sangat berterima kasih kepada Mbak Rere dan tim Aksa Bumi Langit yang sudah membuka kesempatan berharga ini untuk kepala-kepala sekolah di Minahasa Utara. Ini program nobar gratis untuk anak-anak sekolah kita kedepan,” ujar Jofieta, saat membuka kegiatan Nonton bareng Dinas Pendidikan Minahasa Utara dan Kepala-kepala Sekolah yang difasilitasi Oleh Aksa Bumi Langit, Jumat (3/6) di Lippo Plaza Kairagi Manado.

​Melihat besarnya nilai edukasi dalam tayangan tersebut, Kadis Pendidikan langsung mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, dan murid di Minut untuk tidak melewatkan kesempatan ini.

Menurutnya, pesan moral di dalam film sangat relevan dengan komitmen pemerintah daerah saat ini dalam mendukung ruang setara bagi penyandang disabilitas.

​”Pemerintah sekarang membuka kesempatan yang sangat luas. Sekolah-sekolah yang memiliki murid disabilitas juga mendapat perhatian khusus. Lewat film ini, anak-anak kita bisa belajar langsung tentang perjuangan dan rasa syukur,” tambahnya.

​Film Maira: Whisper from Papua sendiri merupakan sekuel spiritual dari film Tegar, yang diproduksi oleh rumah produksi Aksa Bumi Langit sebagai bentuk advokasi nyata. Jika film sebelumnya murni menyoroti perjuangan anak disabilitas, karya terbaru ini melangkah lebih jauh dengan mengawinkan isu inklusivitas dan pelestarian alam di ufuk timur Indonesia.

​Sinema drama keluarga ini memotret pertemuan dua dunia yang berbeda. Tokoh Maira, seorang anak perempuan dari masyarakat adat Papua, berjuang di tengah ancaman ekspansi korporasi dan konflik agraria yang mengancam hutan adatnya.

Takdir kemudian mempertemukannya dengan Tegar, anak penyandang disabilitas fisik dari perkotaan yang datang menjelajah alam Papua.

​Melalui petualangan mencari burung Cendrawasih, kedua anak ini menyuarakan jeritan hati tentang pentingnya keadilan iklim dan kelestarian lingkungan dari kacamata generasi muda.

​Latar belakang produksinya pun terbilang total. Aksa Bumi Langit melibatkan langsung anak-anak lokal dari Kaimana, Papua, yang digembleng melalui workshop seni peran untuk menjaga keaslian emosi di depan kamera.

Kekuatan cerita makin dipertegas lewat sentuhan musik penyanyi asal Papua, Joanita Chatarine, yang mengintegrasikan ritme tradisional ke dalam skor sinematik film.

​Langkah Pemkab Minut memfasilitasi nobar ini diharapkan mampu memantik kesadaran generasi muda di Minahasa Utara agar lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan sejak dini.(***)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed