Sekda Minut Tinjau Langsung Kontingen PENAS XVII, Pastikan Peserta Fokus Serap Inovasi Pertanian

Minahasa Utara93 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo, Narasione.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberikan perhatian penuh kepada para peserta yang mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo. Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Nofly G. Wowiling, M.Si, ke lokasi pemondokan dan aktivitas kontingen daerah tersebut.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi peserta sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama mengikuti agenda nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha sektor pangan dari seluruh Indonesia.

banner 336x280

Dalam peninjauan tersebut, Sekda memeriksa fasilitas tempat tinggal, ketersediaan air bersih, sarana sanitasi, hingga layanan konsumsi yang digunakan para peserta. Menurutnya, kenyamanan dan kesehatan peserta menjadi faktor penting agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal.

“Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh peserta dari Minahasa Utara berada dalam kondisi baik. Mereka datang membawa nama daerah dan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan serta membangun jejaring dengan peserta dari berbagai daerah,” ujar Wowiling.

Pada ajang PENAS XVII tahun 2026, Minahasa Utara mengirimkan 60 orang peserta yang terdiri dari petani, nelayan, penyuluh, serta generasi muda yang aktif di sektor pertanian dan perikanan. Mereka menjadi bagian dari kontingen Sulawesi Utara yang tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah peserta terbesar dalam kegiatan tersebut.

Wowiling menilai keikutsertaan yang besar dari Sulawesi Utara menunjukkan keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan kelautan. Menurutnya, PENAS bukan hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana pembelajaran untuk memperoleh berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Ia berharap seluruh peserta mampu membawa pulang pengalaman serta pengetahuan baru yang dapat membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Minahasa Utara.

“Setelah kembali ke daerah, kami berharap peserta dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada kelompok tani dan nelayan. Teknologi budidaya, strategi pemasaran, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi hal-hal penting yang perlu diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.

PENAS XVII sendiri menjadi forum nasional yang mempertemukan ribuan pelaku utama sektor pertanian dan perikanan. Berbagai kegiatan yang digelar menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi tepat guna, serta upaya mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap sektor pertanian dan perikanan daerah semakin berkembang serta mampu menjawab tantangan pembangunan ekonomi di masa mendatang. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *