Tekan Inflasi dan Jangkau Wilayah Pesisir, Pemkab Minut Gelar Pasar Murah Bersubsidi di Pulau Bangka

Minahasa Utara126 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan menyasar wilayah kepulauan untuk menyalurkan komoditas pangan murah bersubsidi. Langkah strategis ini digelar di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Selasa (6/10/2026), guna memangkas tingginya biaya logistik yang kerap memicu lonjakan harga di daerah terluar.

Desa Lihunu yang tergolong kawasan rawan pangan menjadi fokus intervensi Pemkab Minut untuk menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju inflasi daerah. Tekanan cuaca ekstrem dan rantai distribusi laut selama ini menjadi pemicu utama merangkaknya harga sejumlah bahan pokok di pulau tersebut.

banner 336x280

Kehadiran pasar murah ini menyedot antusiasme tinggi dari warga setempat. Elias Buhago, warga Desa Lihunu, mengungkapkan intervensi harga dari pemerintah daerah ini sudah lama dinantikan masyarakat pulau.

​”Waktu kegiatan serupa bikin di Desa Kahuku, banyak warga dari Lihunu yang rela jalan kaki sekitar tujuh kilometer cuma supaya bisa dapat bahan pokok harga murah. Hari ini akhirnya dilaksanakan langsung di desa kami, tentu sangat membantu,” tutur Elias.

Kepala Dinas Perdagangan Minut menyatakan intervensi harga di wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pemerataan akses pangan. Selain menjaga stabilitas pasokan, langkah ini diambil untuk meredam gejolak harga komoditas hortikultura dan pangan utama yang terimbas musim kemarau.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Minut menggelontorkan subsidi langsung pada sembilan komoditas vital:

•​Beras Premium: Rp 55.500 / kemasan
​•Minyak Goreng Premium: Rp 16.000 / liter •Gula Pasir: Rp 12.000 / kg
•​Tepung Terigu: Rp 7.500 / kg
•​Telur Ayam: Rp 50.000 / baki
•​Bawang Merah: Rp 30.000 / kg
​•Bawang Putih: Rp 25.000 / kg
•​Cabai Rawit (Rica): Rp 110.000 / kg
​•Daging Ayam: Rp 30.000 / ekor

Melalui penetapan harga bersubsidi ini, Pemkab Minut berharap tingkat keterjangkauan pangan di wilayah pesisir tetap terjaga, sekaligus menahan laju kenaikan harga komoditas di tingkat konsumen hingga beberapa pekan ke depan.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *