Jakarta, Narasione.com – Penantian panjang keluarga Macbul Budiman akhirnya berakhir. Nelayan asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, itu berhasil kembali ke Indonesia setelah dinyatakan selamat dari peristiwa hanyut di Samudra Pasifik selama 116 hari.
Macbul, yang akrab disapa Makmur, sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Biak, Papua, pada akhir Februari 2026. Cuaca ekstrem yang disertai gangguan navigasi membuat perahu yang digunakannya kehilangan arah hingga terbawa arus laut ke kawasan Pasifik.
Perjalanan tanpa kepastian tersebut berakhir ketika Macbul ditemukan di Republik Nauru, negara kepulauan yang berada ribuan kilometer dari lokasi awal ia melaut. Otoritas setempat segera mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Keberadaan Macbul kemudian diketahui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva melalui laporan seorang dokter asal Indonesia yang bertugas di Nauru. Setelah dipastikan dalam kondisi stabil, KBRI bersama sejumlah instansi terkait mengurus dokumen perjalanan serta proses pemulangannya ke Indonesia.
Macbul tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (26/6/2026), setelah menempuh perjalanan panjang melalui sejumlah negara transit. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara langsung mengambil alih pendampingan setibanya di Jakarta.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MSi, mengatakan pemerintah daerah bersyukur karena warganya dapat kembali dengan selamat setelah menghadapi situasi yang sangat berat di tengah lautan.
“Ia adalah warga Minahasa Utara yang mengalami musibah saat bekerja di wilayah Papua hingga akhirnya terdampar di Nauru. Puji syukur kepada Tuhan, beliau dapat diselamatkan dan kini telah kembali ke Indonesia,” ujar Joune.
Joune juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Suva, kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, pendampingan, hingga pemulangan Macbul.
Menurutnya, kerja sama berbagai lembaga menjadi bukti bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang mengalami musibah di luar negeri.
Setelah menjalani proses administrasi di Jakarta, Macbul dijadwalkan kembali ke Sulawesi Utara untuk selanjutnya dipertemukan dengan keluarganya di Desa Lansa. Kepulangannya telah dinantikan sanak saudara yang selama berbulan-bulan tidak mengetahui keberadaannya.
Peristiwa yang dialami Macbul menjadi kisah perjuangan bertahan hidup yang luar biasa. Di tengah luasnya Samudra Pasifik dan kerasnya tantangan alam, ia mampu bertahan hingga akhirnya ditemukan dan dipulangkan ke kampung halamannya melalui koordinasi berbagai pihak.(Ficky)