Minut, Narasione.com- Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Minahasa Utara memanggil kepedulian banyak pihak. Tak sekadar menyampaikan imbauan, aktivis Minut, William Luntungan, memilih pasang badan dan turun langsung ke lapangan membantu armada pemadam kebakaran (Damkar) menjinakkan si jago merah.
Di tengah kepulan asap dan situasi darurat, William bersama Tim Orange Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut bahu-membahu menyuplai air ke unit mobil Damkar yang kehabisan pasokan saat penanganan Karhutla berlangsung.
Dengan mengandalkan satu unit truk dump milik DLH Minut, tim mengangkut dua tong penampungan berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Artinya, dalam sekali jalan, armada pendukung ini mampu menyuplai hingga 2.400 liter air bersih ke lokasi penanganan.
”Kemarin hari Minggu torang suplay air sekitar tiga sampai empat ret ke mobil Damkar. Hari ini le su masuk tiga ret, dan tim masih terus rekap data pengiriman di lapangan,” ujar William di sela-sela aktivitas pemadaman.
Jika dikalkulasikan, pada hari Minggu saja, tak kurang dari 7.200 hingga 9.600 liter air berhasil disalurkan untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah taktis ini dinilai sangat membantu menghemat waktu armada utama Damkar agar tidak perlu bolak-balik mengambil air ke lokasi persediaan yang jauh.
Aksi gotong royong antara masyarakat, aktivis, dan personil DLH Minut ini menjadi angin segar dalam upaya mitigasi Karhutla di daerah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru. (Ficky)












