Bawa Nama Indonesia ke Maroko, Joune Ganda Buktikan Toleransi Minahasa Utara Diakui Internasional

Minahasa Utara66 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sukses menembus panggung dunia. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, daerah berjuluk Bumi Tumatenden ini berhasil masuk dalam jajaran lima besar finalis terbaik pada ajang bergengsi United Cities and Local Governments (UCLG) Peace Prize 2026.

​Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat Minut harus bersaing ketat dengan sedikitnya 80 pemerintah daerah dari berbagai belahan dunia. Proses kurasi dan penilaian ketat dari dewan juri internasional akhirnya menempatkan Minahasa Utara sebagai salah satu kandidat elite di fase final.

banner 336x280

​Atas prestasi tersebut, Bupati Joune Ganda dijadwalkan terbang ke Kota Tangier, Maroko, untuk mempresentasikan keunggulan daerahnya dalam forum UCLG Congress yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 mendatang.

​”Pihak UCLG mengundang kami secara resmi dan menanggung seluruh akomodasi ke Maroko. Di sana, kami akan memaparkan potret nyata kerukunan dan harmonisasi kehidupan umat beragama di Minahasa Utara ke hadapan komunitas global,” ujar Joune Ganda saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

​Menurut Joune, pilar utama yang membawa Minut melangkah sejauh ini adalah kekuatan toleransi dan pengelolaan keberagaman masyarakat yang selama ini terjaga dengan baik. Ia menilai, kondisi sosial yang kondusif merupakan fondasi paling mendasar bagi kemajuan suatu daerah.

​”Kami ingin menegaskan di forum internasional bahwa Minahasa Utara adalah daerah yang aman, damai, serta sangat menjunjung tinggi pluralisme. Identitas ini bukan sekadar kebanggaan sosial, tetapi juga modal strategis untuk menarik investasi asing,” terang Joune Ganda.

​Lebih lanjut, bupati yang berlatar belakang akademisi dan pengusaha ini menjelaskan bahwa paradigma investor global saat ini telah bergeser. Daya tarik sebuah wilayah tidak lagi hanya diukur dari melimpahnya sumber daya alam atau potensi ekonomi semata, melainkan dari stabilitas sosialnya.

​”Pelaku usaha atau investor pasti mencari wilayah yang minim konflik, tidak diskriminatif, dan memiliki kepastian arah pembangunan. Keamanan dan toleransi adalah garansi yang kami tawarkan kepada dunia,” kunci Joune Ganda.

​Langkah Minut di kancah internasional ini diharapkan mampu menjadi pemantik investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *