Benteng Terakhir Pesisir, GPC 2026 Tabuh Genderang Perang Lawan Perusak Kepulauan

Minahasa Utara930 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com– Untuk pertama kalinya, ajang bergengsi Green Press Community (GPC) diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terpilih menjadi tuan rumah dalam pertemuan strategis yang mempertemukan para jurnalis, akademisi, hingga aktivis lingkungan pada Sabtu (07/02/2026).

​Mengangkat tema utama “Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil”, konferensi yang diinisiasi oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) ini bertujuan memperkuat kesadaran publik mengenai urgensi perlindungan wilayah kepulauan, khususnya di Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik geografis dominan pesisir.

banner 336x280

​Ketua SIEJ Simpul Sulawesi Utara, Finda Muhtar, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya daerah tersebut sebagai lokasi GPC. Ia mengingatkan kembali perjalanan panjang SIEJ di Sulut yang sejak 2014 konsisten menyoroti dampak pembangunan darat terhadap ekosistem laut.

​”Kami sangat berharap pemerintah daerah senantiasa mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pengambilan kebijakan. Keputusan yang diambil hari ini jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan di masa depan,” tegas Finda di hadapan perwakilan pengurus SIEJ dari 26 provinsi.

​Senada dengan itu, Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira, menekankan bahwa tantangan ekologis saat ini—seperti krisis pangan dan bencana akibat perubahan iklim—merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara media, pemerintah, dan LSM adalah kunci.

​”Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. GPC menjadi ruang kolaborasi untuk mencari solusi nyata guna menyelamatkan bumi dari kerusakan yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia,” ujar Joni.

​Hadir sebagai narasumber, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyambut positif inisiatif ini. Ia mengakui bahwa kemajuan wilayah seringkali berbenturan dengan kelestarian alam. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan bumi secara bijaksana.

​”Minahasa Utara memiliki sekitar 40 pulau kecil yang membutuhkan upaya ekstra untuk dijaga. Peran jurnalisme sangat krusial sebagai jembatan informasi sekaligus kontrol sosial untuk mencegah hilangnya pulau-pulau kecil akibat eksploitasi atau perubahan iklim,” jelas Joune.

​Pembukaan acara berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya Tari Tetengkoren dari Sanggar Trisan Kinaskas Tomohon. Gelaran GPC 2026 ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) internasional dan nasional, seperti Greenpeace, Satya Bumi, KIARA, hingga Pulitzer Centre, yang berkomitmen pada isu-isu keadilan ekologi dan jurnalisme data.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *