Bupati Joune Ganda: Investasi Shangri-La Jadi Pengakuan atas Potensi Minahasa Utara

Minahasa Utara78 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Kabupaten Minahasa Utara (Minut) semakin dilirik investor untuk pengembangan pariwisata berskala internasional. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Shangri-La Manado di Desa Budo, Kecamatan Wori, Minggu (1/11/2026).

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yang menghadiri Groundbreaking Ceremony Shangri-La Manado, menyebut kehadiran jaringan hotel internasional tersebut sebagai bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah.

banner 336x280

Menurut Joune, keputusan jaringan hotel sekelas Shangri-La untuk berinvestasi di Minahasa Utara bukan tanpa pertimbangan. Sebab, jaringan perhotelan internasional tentu memiliki standar dan perhitungan tersendiri sebelum menentukan lokasi pengembangan usaha.

“Ini merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi kita di Minahasa Utara. Shangri-La adalah international chain hotel yang tidak mudah masuk ke suatu daerah apabila daerah tersebut dinilai tidak memiliki kelayakan untuk pembangunan hotel,” ungkap Joune.

Ia menjelaskan, pembangunan resor berbintang lima dengan fasilitas vila tersebut berawal dari rencana investasi yang sebelumnya disampaikan Yulisa Baramuli bersama Ilham.

Bagi pemerintah daerah, proyek ini bukan sekadar penambahan fasilitas penginapan, melainkan peluang untuk memperluas pasar pariwisata Minahasa Utara, terutama dalam menarik wisatawan dari segmen menengah atas.

Joune meyakini, kehadiran akomodasi berstandar internasional akan memberikan nilai tambah bagi destinasi wisata di Minut. Apalagi, daerah ini memiliki potensi wisata alam dan bahari yang dapat dikembangkan lebih luas.

“Pasti ada relevansinya dengan pariwisata. Hotel ini diharapkan dapat melayani dan menunjang sektor pariwisata, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Minahasa Utara,” katanya.

Namun, Joune mengingatkan bahwa peluang besar tersebut harus diimbangi dengan kesiapan daerah. Infrastruktur jalan, pasokan listrik, jaringan internet, kebersihan lingkungan hingga pengelolaan sampah menjadi sejumlah kebutuhan yang harus diperhatikan.

Ia juga menaruh perhatian pada keterlibatan masyarakat lokal. Menurutnya, investasi pariwisata harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan warga, termasuk melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjut Joune, siap mendukung terciptanya iklim investasi yang baik agar pembangunan Shangri-La Manado dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Yulisa Baramuli selaku salah satu pemegang saham mengatakan, pembangunan Shangri-La Manado didasari keinginan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang. Selain listrik dan internet, perhatian juga diperlukan terhadap pengelolaan sampah serta pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan.

Yulisa menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan wisata membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia mendorong adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, penataan kawasan permukiman hingga gerakan penghijauan melalui penanaman pohon.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah harus membantu dan memberikan dukungan agar semuanya berjalan baik, menghasilkan PAD yang besar, dan masyarakat bisa sejahtera,” ujar Yulisa.

Ia optimistis, investasi tersebut dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Minahasa Utara. Bahkan, menurutnya, masih terbuka peluang pengembangan lanjutan dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Dalam kesempatan yang sama, Ilham, pelaku usaha yang terlibat dalam investasi tersebut, menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Ia mengajak semua pihak mengambil pelajaran dari perkembangan pariwisata Bali. Menurutnya, hal-hal positif dari kemajuan destinasi tersebut perlu menjadi contoh, sementara berbagai persoalan yang muncul akibat perkembangan pariwisata harus diantisipasi sejak awal.

Ilham menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai bidang usaha. Kehadiran wisatawan akan membuka peluang bagi jasa transportasi, penyewaan kendaraan, biro perjalanan, restoran hingga pelaku UMKM.

Karena itu, masyarakat setempat perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh dari investasi tersebut.

Terkait pembangunan, Yulisa menyampaikan bahwa Shangri-La Manado ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari dua tahun.

Dimulainya proyek ini diharapkan menjadi momentum baru bagi pengembangan pariwisata Minahasa Utara. Lebih dari sekadar menghadirkan hotel berkelas internasional, investasi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan usaha, memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *