Cetak Rekor Baru! Inflasi Minahasa Utara Terendah Se-Indonesia, Sentuh 0,44 Persen Secara Tahunan

Minahasa Utara43 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Laju inflasi di Kabupaten Minahasa Utara pada April 2026 tercatat relatif rendah. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) berada di angka 0,44 persen.

Kenaikan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 114,37, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 113,87. Meski demikian, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi tercatat sebesar 0,94 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 3,01 persen.

banner 336x280

Secara umum, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. Beberapa di antaranya meliputi sektor kesehatan yang mengalami kenaikan 2,16 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak cukup tinggi hingga 8,92 persen.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran turut mengalami kenaikan sebesar 1,20 persen. Kenaikan juga terjadi pada sektor perumahan, transportasi, serta pakaian dan alas kaki, meskipun dalam skala yang lebih moderat.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mencatat penurunan indeks sebesar 1,03 persen secara tahunan. Penurunan ini memberikan kontribusi terhadap tekanan deflasi, sehingga menahan laju inflasi secara keseluruhan.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang utama inflasi, di antaranya emas perhiasan, beras, minyak goreng, bawang merah, hingga telur ayam ras. Sementara itu, beberapa bahan pangan seperti cabai rawit, tomat, dan daging ayam ras justru mengalami penurunan harga dan berkontribusi terhadap deflasi.

Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga tomat menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi April 2026. Selain itu, minyak goreng dan bawang merah juga memberikan andil cukup signifikan.

Meski terjadi kenaikan harga di sejumlah komoditas, kondisi inflasi di Minahasa Utara secara umum masih tergolong terkendali. Hal ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga di tengah dinamika pasar.

BPS menyebutkan, perkembangan ini tetap perlu diwaspadai, terutama terkait fluktuasi harga bahan pangan yang cenderung berpengaruh besar terhadap inflasi di daerah.

Bupati Minahasa Utara melalui Kepala Dinas Kominfo, Robby Parengkuan, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lengah. Langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah diaktifkan, termasuk pemantauan harga harian dan pelaksanaan pasar murah secara berkala.

“Instruksi Bupati sangat jelas: jaga daya beli masyarakat. Kita memperkuat stok pangan lokal dan memastikan rantai distribusi logistik tidak terhambat, sehingga ketergantungan pada pasokan luar daerah bisa diminimalisir,” ujar Robby.

Selain intervensi pasar, pemerintah juga menggalakkan gerakan panen bersama untuk memastikan ketersediaan komoditas pertanian tetap stabil di pasar-pasar tradisional.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *