Hapinesu Fukushikai dan LPK LPJ Bali Jajaki Rekrutmen Caregiver Resmi di Sulawesi Utara

banner 468x60

Penulis: Hikari Fic

Manado, Narasione.com- Peluang kerja di sektor pelayanan medis dan perawatan lansia (caregiver) di Jepang kembali terbuka bagi tenaga muda asal Sulawesi Utara.

banner 336x280

Konsorsium lembaga pelatihan dan penyedia tenaga kerja internasional, Hapinesu Fukushikai Jepang bersama LPK LPJ Bali, mengintensifkan sosialisasi program magang dan penempatan kerja resmi di sepuluh institusi pendidikan menengah kejuruan dan tinggi di wilayah Sulut.

​Inisiatif ini diawali dengan koordinasi tingkat pemerintah daerah melalui audiensi bersama Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Langkah tersebut diambil guna memastikan proses rekrutmen dan penyiapan kompetensi berjalan transparan, legal, serta terintegrasi dengan kurikulum vokasi lokal.

​Chief Operating Officer Hapinesu Fukushikai Jepang, Yasue Nagano, menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga caregiver di Negeri Sakura mensyaratkan standar kompetensi yang tidak hanya tertumpu pada keahlian teknis dan kemahiran berbahasa.

Karakter, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi budaya menjadi variabel penentu keselamatan dan kenyamanan kerja peserta selama bertugas.

​”Penguasaan bahasa Jepang adalah alat komunikasi dasar dengan para lansia dan tim medis. Namun, integritas, tenggang rasa, dan komitmen profesional adalah fondasi utama agar tenaga kerja bisa bertahan dan berkembang dalam ekosistem kerja di Jepang,” ujar Nagano di Manado, Jumat (31/7/2026).

​Rangkaian sosialisasi tersebut menjangkau sejumlah sekolah dan kampus, di antaranya SMKS Prisma Pioneer, Universitas Prisma, SMKN 6 Manado, SMKN 9 Manado, SMKS Assalam Manado, SMKS Yadika Manado, SMKS Dewi Laut Bitung, SMKS Dharma Bhakti Tomohon, STIKES Bethesda Tomohon, hingga SMKN 1 Tondano.

​Dalam pemaparannya, tim penyaji memberikan gambaran komprehensif terkait alur seleksi, pelatihan bahasa, adaptasi budaya, hingga proteksi hak-hak tenaga kerja dan skema kesejahteraan di lokasi penempatan.

​Vice Director LPK LPJ Bali, Yona Respati, mengungkapkan bahwa respon positif dari institusi pendidikan di Sulut telah membuahkan hasil nyata. Saat ini, sejumlah alumnus asal Sulut tengah menjalani fase pembekalan intensif, sementara beberapa lainnya telah aktif bekerja di Jepang melalui kolaborasi strategis dengan mitra lokal, LPK Bunga Terang Bersinar Tondano.

​”Kami tidak hanya fokus pada proses pemberangkatan, tetapi juga melakukan pemantauan berkala. Kunjungan langsung ke kediaman keluarga peserta di Sulut menjadi bagian dari komitmen moral kami untuk memastikan kondisi pekerja di lapangan terpantau dengan baik,” kata Yona.

​Di sela-sela rangkaian kegiatan di Sulawesi Utara, tim Hapinesu Fukushikai Jepang dan LPJ Bali juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan panitia Bunkasai Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan baik sekaligus membangun komunikasi dan peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan bahasa dan budaya Jepang serta pembukaan akses program kerja ke Jepang bagi mahasiswa dan lulusan UNIMA.

Guna memperkuat ekosistem penyiapan SDM di tingkat hulunya, konsorsium juga menggelar forum diskusi bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang se-Sulut. Forum ini dirancang untuk menyelaraskan standar pengajaran bahasa di sekolah dengan kebutuhan riil industri perawatan di Jepang.

​Sebagai langkah keberlanjutan, LPK LPJ Bali dan LPK Bunga Terang Bersinar Tondano tengah merancang skema beasiswa pelatihan bahasa khusus bagi lulusan berlatar belakang pendidikan kesehatan (SMK, Diploma, hingga S1).

Program bantuan pelatihan ini diharapkan mampu memangkas hambatan finansial awal bagi para calon kandidat potensial di daerah. (***)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed