Bupati Joune Ganda Tetapkan Siaga Darurat Bencana, Antisipasi El Nino Ekstrem Hingga Januari 2027

Minahasa Utara256 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Langkah cepat diambil Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam mengantisipasi ancaman kekeringan panjang akibat El Nino ekstrem.

banner 336x280

Menanggapi peringatan dini BMKG dan pemetaan titik rawan di wilayahnya, Bupati Joune Ganda resmi menerbitkan penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari, berlaku efektif pertengahan Agustus 2026 hingga Januari 2027.

​Keputusan krusial tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Minut, Selasa (18/8/2026). Forum strategis ini menyatukan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, serta tim pakar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara.

​Bupati Joune Ganda menekankan bahwa penetapan status ini merupakan pijakan hukum dan operasional agar seluruh elemen pemerintah daerah dapat bergerak lebih responsif.

Pemetaan lapangan mencatat setidaknya 46 titik yang rawan mengalami krisis air dan kebakaran hutan lahan (karhutla).
​”Krisis air bersih, ancaman kegagalan panen di sektor pertanian, hingga risiko karhutla tidak boleh ditangani setengah-setengah.

Penetapan status siaga darurat selama 167 hari ini memberi ruang bagi kita untuk mengintervensi potensi bencana sejak dini secara terukur,” ujar Joune.

​Analisis iklim dari BMKG memperkuat urgensi keputusan tersebut. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulawesi Utara, Aris Yunatas, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa puncak kemarau di Minahasa Utara berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026, dengan tingkat intensitas hujan yang sangat minim diprediksi bertahan hingga Oktober.

​Tekanan iklim ini kian memburuk akibat fenomena El Nino yang terkonfirmasi masuk kategori sangat kuat (very strong).

​”Dinamika atmosfer menunjukkan intensitas El Nino saat ini berada pada level tinggi dan diperkirakan terus bertahan hingga pengujung 2026. Penurunan ke tingkat moderat kemungkinan baru terjadi di awal 2027 seiring masuknya transisi musim hujan,” terang Aris saat memaparkan analisis meteorologi.

​Guna memastikan mitigasi berjalan optimal, Pemkab Minut menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri juga diperketat, dengan prioritas utama yakni penyaluran bantuan air bersih secara berkala ke wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *