Infrastruktur dan Akses Jalan KEK Likupang Jadi Sorotan Utama Reses DPRD Sulut Dapil Minut-Bitung

DPRD SULUT, Manado394 Dilihat
banner 468x60

Manado,Narasione.com- Persoalan infrastruktur dasar, khususnya perbaikan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Minahasa Utara dan Kota Bitung, kembali mendominasi aspirasi masyarakat. Hal tersebut terungkap dalam laporan hasil reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minut-Bitung yang dibacakan dalam rapat paripurna, Selasa (1/9/2026).

Juru bicara tim reses Dapil Minut-Bitung, Henry Walukow, memaparkan bahwa keluhan warga paling banyak berkisar pada kondisi infrastruktur yang mendesak untuk segera ditangani, mulai dari jalan provinsi, jalan perkebunan, drainase, hingga jaringan irigasi.

banner 336x280

Salah satu titik yang mendapat sorotan paling serius berada di wilayah Likupang Selatan, Minahasa Utara. Henry mengungkapkan adanya kerusakan parah pada ruas jalan strategis menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang dikhawatirkan dapat memutus akses transportasi warga.

“Terutama jalan menuju KEK Likupang, yang jalannya sudah sepertiga ambruk dan berpotensi mengalami putus. Spotnya di Desa Kaletuan, Likupang Selatan,” ujar Henry saat membacakan laporan di hadapan rapat paripurna.

Ia menegaskan, ruas jalan tersebut memiliki fungsi ganda yang sangat vital. Selain menjadi urat nadi mobilitas harian warga setempat, jalur ini juga merupakan akses penunjang utama menuju salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kerusakan yang dibiarkan dinilai tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam kelancaran sektor pariwisata di daerah.

Kendati demikian, apresiasi turut disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas respon cepat terhadap sejumlah titik infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki. Pihaknya berharap komitmen penanganan lanjutan dapat terus digulirkan secara bertahap terhadap ruas-ruas jalan lain yang masih mengalami kerusakan.

Dalam praktiknya, penjaringan aspirasi kali ini dilakukan melalui turun lapangan langsung ke berbagai desa serta memadukannya dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pendekatan ini dinilai efektif guna memilah usulan berdasarkan skala prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Tidak hanya di Minahasa Utara, persoalan fasilitas publik dan infrastruktur lingkungan juga menjadi catatan penting di Kota Bitung. Anggota DPRD Sulut lainnya, Ruslan Abdul Gani, turut menghimpun berbagai keluhan warga, seperti perbaikan jalan lingkungan, pemeliharaan drainase, kebutuhan air bersih, hingga optimalisasi layanan kesehatan BPJS di Kelurahan Manembo Nembo Atas.

Sementara itu, warga di kawasan Bitung Timur turut mengeluhkan maraknya jalan berlubang serta persoalan banjir yang dipicu oleh sedimentasi dan belum maksimalnya pengerukan drainase perkotaan.

Berbagai masukan krusial tersebut dihimpun oleh delapan legislator representasi Dapil Minut-Bitung periode 2024-2029, yakni Eugenie Nonarine Mantiri, Priscilla Cindy Wurangian, Julitje Margareta Maringka, Berty Kapojos, Hillary Tuwo, Nick Adicipta Lomban, Henry Walukow, dan Ruslan Abdul Gani.

Seluruh rangkaian aspirasi ini selanjutnya akan dibawa ke dalam pembahasan resmi bersama eksekutif, untuk kemudian diterjemahkan kedalam program pembangunan nyata yang berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *