Manado, Narasione.com– PT Pertamina Lubricants memperkuat pengawasan distribusi pelumas di Sulawesi Utara (Sulut) untuk memastikan produk yang beredar tetap terjaga kualitas dan keasliannya. Upaya ini sekaligus menjadi langkah melindungi konsumen dari risiko penggunaan oli palsu yang dapat merusak performa mesin kendaraan.
Sales Executive Retail Regional Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, Goran Purba, kepada media ini, Selasa (27/10/2026) di salah satu cafe ternama di Kota Manado menegaskan bahwa produk pelumas Pertamina, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, telah melewati serangkaian pengujian laboratorium sebelum dipasarkan.
Menurut Goran, kualitas pelumas ditentukan sejak pemilihan bahan baku hingga penggunaan zat aditif yang berperan penting dalam menjaga kinerja mesin.
“Manfaatnya secara kualitas bisa kita jamin. Dari bahan baku hingga aditif, semuanya memiliki kualitas terbaik,” ujar Goran.
Ia menjelaskan, kualitas produk Pertamina Lubricants juga mendapat pengakuan melalui kolaborasi dengan sejumlah merek otomotif internasional. Pelumas Pertamina Enduro menjalin kerja sama dengan tim balap Valentino Rossi VR46 Racing Team, sedangkan Pertamina Fastron dipercaya menjadi mitra resmi Lamborghini, produsen mobil super asal Italia.
Goran menyebut, kolaborasi tersebut turut melibatkan pengujian produk untuk memastikan pelumas mampu memenuhi kebutuhan mesin kendaraan berperforma tinggi.
“Baik VR46 maupun Lamborghini turut melakukan pengujian langsung terhadap produk pelumas kami. Jadi, kualitasnya tentu tidak diragukan lagi,” katanya.
Di Sulawesi Utara, distribusi produk Pertamina Lubricants didukung dua distributor resmi, yakni PT Berlian Karisma Pasifik dan PT Malimbalu Pelumas Jaya. Keduanya melayani kebutuhan pelumas untuk segmen ritel maupun industri.
Keberadaan distributor resmi menjadi bagian penting dalam menjaga rantai pasok sekaligus memudahkan konsumen memperoleh produk yang terjamin keasliannya.
Di sisi lain, Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli oli. Konsumen juga perlu memastikan produk berasal dari saluran distribusi yang tepercaya dan memeriksa kondisi kemasan sebelum digunakan.
Goran mengingatkan, penggunaan pelumas palsu dapat berdampak pada kinerja mesin. Pelumasan yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi meningkatkan gesekan antarkomponen sehingga mesin bekerja lebih berat dan berisiko mengalami kerusakan.
Untuk membantu konsumen membedakan produk asli dan palsu, Pertamina Lubricants melengkapi kemasan produknya dengan sejumlah fitur keamanan yang dapat diperiksa sebelum pembelian.
Pertama, konsumen dapat memperhatikan hologram pada tutup botol. Pada produk asli, terdapat stiker hologram khusus yang menampilkan tulisan original ketika dilihat dari sudut tertentu, sesuai karakteristik yang ditetapkan pada kemasan.
Kedua, periksa kesesuaian nomor batch. Nomor yang tercetak pada tutup botol harus sesuai dengan nomor pada bagian leher botol, termasuk dari sisi ukuran huruf dan posisi cetak.
Ketiga, konsumen dapat memanfaatkan fitur pemindaian digital yang tersedia pada kemasan untuk membantu memeriksa keaslian produk.
Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum segel dibuka dan pelumas dituangkan ke dalam mesin. Jika menemukan kemasan yang mencurigakan atau informasi produk yang tidak sesuai, konsumen disarankan menunda pembelian dan melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Pertamina Lubricants.
Melalui pengawasan distribusi, dukungan distributor resmi, serta edukasi kepada masyarakat, Pertamina Lubricants berupaya menjaga kepercayaan konsumen di Sulawesi Utara.
Bagi pemilik kendaraan, ketelitian saat memilih oli bukan sekadar soal mendapatkan produk asli, tetapi juga bagian dari upaya menjaga mesin tetap bekerja optimal dan menghindari biaya perbaikan akibat penggunaan pelumas yang tidak sesuai standar. (Ficky)












