Konsisten Benahi Birokrasi, BKPSDM Minahasa Utara Gelar Sidak Susulan di Dinas Pendidikan

Minahasa Utara31 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com – Langkah bersih-bersih dan pembenahan mental kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus bergulir. Usai menyisir Dinas Pariwisata serta Dinas Sosial PPPA pada beberapa waktu  lalu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minut kini bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) susulan di Dinas Pendidikan, Senin (22/6/2026).

Sidak maraton ini digulirkan atas perintah langsung Bupati Minut. Dipimpin oleh Kepala BKPSDM, Herman Hendrik Mengko, S.STP, M.Si, tim pengawas langsung memeriksa loket pelayanan dan ruang kerja guna mencocokkan kehadiran fisik pegawai dengan daftar absensi.

banner 336x280

Menurut Herman, aksi turun lapangan ini merupakan instrumen evaluasi berkala untuk memastikan roda birokrasi berjalan sesuai rel aturan. “Target kita jelas, aparatur harus profesional dan menempatkan urusan pelayanan masyarakat di atas segalanya,” ujarnya di sela-sela pemeriksaan.

Tak sekadar mengecek kehadiran fisik, BKPSDM juga memelototi rapor digital para pegawai. Herman mewanti-wanti jajaran Dinas Pendidikan agar tidak lalai mengunggah dokumen pada Document Management System (DMS).

Sebab, performa digital yang terekam di aplikasi MyASN kini menjadi rapor berjalan yang menentukan nasib administrasi kepegawaian mereka. Seluruh temuan dari hasil sidak ini nantinya dirangkum menjadi laporan resmi untuk disodorkan ke meja pimpinan daerah sebagai bahan evaluasi total.

Merespons konsistensi jajarannya, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menegaskan bahwa penegakkan disiplin di tubuh Pemkab Minut adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.

“Disiplin itu modal dasar. Kita tidak mungkin bisa memberikan pelayanan prima kalau aparaturnya sendiri malas-malasan. Makanya, pengawasan ketat seperti ini akan terus berjalan di semua lini,” kata Joune Ganda.

Ia menambahkan, digitalisasi sistem birokrasi yang diterapkan saat ini secara tidak langsung akan menciptakan seleksi alam di kalangan pegawai. Hubungan kerja yang transparan memaksa setiap ASN untuk berbenah.

“Sistem yang ketat ini akan menyaring dengan sendirinya mana ASN yang taat dan mana yang abai. Peluang promosi maupun jenjang karier ke depan murni mengacu pada capaian kinerja nyata dan aturan yang berlaku, bukan faktor lain,” cetusnya.

Bupati pilihan warga Minut ini berharap, penguatan integritas dan pembenahan manajemen talenta berbasis kompetensi ini mampu melahirkan wajah birokrasi yang jauh lebih bersih, lincah, dan responsif dalam melayani masyarakat.

(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *