Lewat Program LUTD, PLN ULP Melonguane Pasang Listrik Gratis bagi Keluarga Prasejahtera di Desa Tule

Minahasa Utara192 Dilihat
banner 468x60

Melonguane, Narasione.com- Malam di Desa Tule, Kecamatan Melonguane, Kepulauan Talaud, tak lagi diselimuti remang temaram pelita minyak. Bagi Gritje Maabuat dan keluarganya, pendar cahaya lampu pijar kini resmi menerangi sudut-sudut rumah mereka, membawa angin segar bagi kualitas hidup yang bertahun-tahun terbatas oleh ketiadaan akses energi.

banner 336x280

​Perubahan tersebut hadir lewat program Light Up The Dream (LUTD), sebuah gerakan sosial mandiri yang digagas pegawai PT PLN (Persero). Lewat donasi sukarela yang disisihkan dari penghasilan pribadi, insan PLN menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat prasejahtera, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang berbatasan langsung dengan laut lepas.

​Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melonguane, Adithya Pranata, menegaskan bahwa kehadiran listrik di pulau terdepan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan bentuk kepedulian moral untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara setara.

​”Bagi kami, listrik tidak hanya soal menerangi ruang yang gelap. Di balik sambungan daya yang mengalir ke rumah-rumah warga, ada rasa nyaman, martabat, dan peluang bagi keluarga untuk menata masa depan yang lebih baik,” ujar Adithya.

​Komitmen serupa diutarakan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun. Ia menyampaikan bahwa pemerataan akses energi di kawasan kepulauan merupakan bagian mendasar dari wujud keadilan sosial di seluruh pelosok negeri.

​”Kehadiran negara harus dirasakan hingga batas terluar. Kami berharap masuknya listrik di rumah Ibu Gritje tidak hanya menghentikan ketergantungan pada penerangan tradisional, tetapi juga memacu aktivitas ekonomi rumah tangga serta memberikan iklim belajar yang lebih layak bagi anak-anak,” kata Usman.

​Bagi Gritje Maabuat, bantuan penyambungan daya gratis ini menjadi titik balik penting setelah sekian lama beradaptasi dengan keterbatasan sarana penerangan malam hari. Rasa haru mewarnai ucapannya saat mengungkapkan dampak langsung yang kini dirasakan keluarganya.

​”Bertahun-tahun kami hanya mengandalkan pelita minyak setiap malam. Sekarang rumah kami sudah terang. Anak-anak bisa membaca dan belajar tanpa cemas, dan kami bisa beraktivitas malam dengan jauh lebih tenang serta aman,” ungkap Gritje.

​Melalui konsistensi program LUTD, PLN menegaskan peran strategisnya di wilayah perbatasan: tidak sekadar memelihara keandalan pasokan daya, tetapi juga hadir sebagai penggerak transformasi sosial dan ekonomi warga di pelosok Nusantara. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *