Lindungi Laut Sulut Dari Aktifitas Ilegal, Gubernur Yulius Selvanus Temui Kepala Bakamla RI

Jakarta212 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Narasione.com- Terus berupaya lakukan yang terbaik untuk perubahan Sulawesi Utara kearah yang lebih baik, itulah yang diperlihatkan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.

Lobi tingkat tinggi terus dilakukan orang nomor satu di Sulawesi Utara ini, sebagai bukti mewujudkan setiap apa yang di janjikan kepada khalayak ramai di Bumi Nyiur Melambai [Sulut].

banner 336x280

Buktinya, baru saja beranjak mengunjungi Kengerian KKP RI, hari Ini, Selasa (4/11/2025) Gubernur Yulius Selvanus gerak cepat menemui Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) Laksdya TNI Dr Irvansyah SH MTr Opsla, guna meningkatakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dengan Bakamla RI.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur betukar pikiran terkait pengawasan dan keamanan wilayah perairan di kawasan Utara Indonesia

“Karena maraknya aktifitas penyelundupan dan ilegal fishing yang terjadi akhir-akhir ini, maka pentingnya peningkatan pengawasan maritim di wilayah perbatasan laut Sulut guna memitigasi kegiatan ilegal tersebut, ” ujar Gubernur Selvanus.

Pentingnya sinergi lanjut Gubernur, antara Bakamla, aparat keamanan laut, dan pemerintah daerah, karena laut merupakan sumber kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami, agar diadakan patroli rutin dan edukasi bagi nelayan lokal, sehingga masyarakat dapat teredukasi. Komitmen Pemprov Sulut adalah untuk menjadikan laut tempat yang aman, produktif dan berkelanjutan,” terang Gubernur.

Sementara Itu, Kepala Bakamla RI
Laksdya TNI Dr Irvansyah SH MTr Opsla mengatakan jika dirinya mengapresiasi komitmen Gubernur Yulius Selvanus dalam membangun serta menjaga keamanan Sulawesi Utara.

“Bakamla RI akan meningkatkan Patroli laut sebagai komitmen penuh mendukung pemerintah daerah melalui pengamanan di perairan Sulut dengan melakukan koordinasi lintas lembaga (TNI AL, Polairud, instansi lain). Kita akan lakukan pemanfaatan teknologi maritim untuk deteksi dini aktivitas mencurigakan,” kata Kepal Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa Sulut merupakan wilayah strategis di jalur maritim Indonesia. Akan ada pengembangan pos pengawasan maritim di titik strategis, termasuk; Perbatasan dengan Filipina, Wilayah perairan Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Bitung.

“Fokus pada pemberantasan kejahatan lintas batas akan ditingkatkan guna mencegah penyelundupan, perdagangan manusia, dan narkotika, dan akan ada pelatihan bersama bagi nelayan dan aparat daerah tentang keselamatan dan hukum laut,” pungkasnya.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *