Pangkas Jalur Logistik ke Asia Timur, Sulut Targetkan Jadi Gerbang Utama Ekspor Sulampua

Manado89 Dilihat
banner 468x60

Manado, Narasione.com – Kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta perdagangan internasional. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kunci utama untuk mendongkrak daya saing wilayah timur Indonesia terletak pada optimalisasi layanan pengiriman langsung atau direct call.

Dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sulampua Menuju Global Logistics Hub” yang digelar di Gedung Keuangan Negara, Senin (19/1/2026), Gubernur Yulius menyoroti betapa krusialnya efisiensi logistik bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

banner 336x280

Selama ini lanjutnya, rantai logistik dari timur Indonesia seringkali harus melalui jalur panjang yang memakan biaya tinggi. Dengan penguatan layanan direct call dari Sulawesi Utara, hambatan tersebut dapat dipangkas secara drastis.

“Kita punya potensi memotong waktu pelayaran ke negara-negara raksasa ekonomi seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Ini bukan sekadar soal penghematan biaya, tapi tentang membangun ekosistem logistik yang tangguh di wilayah timur,” ujar Yulius.

Data menunjukkan ekonomi Sulawesi secara umum tumbuh di angka 5,5 hingga 6 persen, sementara Sulawesi Utara stabil di kisaran 5,6 persen—angka yang melampaui rata-rata nasional. Basis ekonomi riil yang kuat ini, menurut Yulius, memerlukan dukungan sistem logistik yang terintegrasi secara global agar potensi investasi tidak menguap begitu saja.

Lebih lanjut, Gubernur mengatakan jika dirinya meyakini bahwa rute pelayaran langsung yang konsisten akan menjadi sinyal positif bagi investor mancanegara. “Setiap kapal yang berangkat langsung dari sini mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Indonesia Timur siap masuk ke dalam rantai pasok global. Ini adalah magnet investasi,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, Tiongkok sebagai mitra dagang utama Indonesia akan sangat diuntungkan dengan adanya efisiensi jalur distribusi ini. Namun, ia mengingatkan pentingnya peningkatan infrastruktur penunjang agar kerja sama ini berjalan mulus.

Berikut berberapa poin penting dari transformasi Logistik Sulampua:

  • Pemangkasan Jalur: Mengurangi ketergantungan pada pelabuhan transit di wilayah barat.
  • Target Pasar: Fokus pada konektivitas langsung ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
  • Dampak Ekonomi: Mendorong masuknya penanaman modal asing (PMA) ke sektor industri pengolahan dan distribusi.
  • Sinergi Kawasan: Melibatkan pemerintah daerah di Sulawesi, Gorontalo, hingga Papua untuk standarisasi komoditas ekspor.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut J. Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Walikota Bitung Hengky Honandar, serta perwakilan dari Kadin dan APINDO yang berkomitmen mendukung percepatan Sulut sebagai pusat logistik global. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *