Peringatan Dini Banjir Rob, Fenomena Perigee dan Bulan Purnama Ancam 21 Wilayah Pesisir Indonesia

Minahasa Utara122 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara mengeluarkan peringatan dini kepada warga pesisir menyusul pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi terjadinya Banjir Pesisir (Rob).

banner 336x280

Fenomena alam yang dipicu oleh kombinasi faktor astronomis ini diperkirakan akan memicu peningkatan ketinggian muka air laut maksimum, yang berpotensi melanda 21 wilayah pesisir di Indonesia, termasuk Minahasa Utara.

​Penyebab dan Waktu Kejadian

​Peningkatan drastis ketinggian air laut ini didorong oleh dua fenomena astronomis yang terjadi hampir bersamaan, yaitu:

  1. Perigee Bulan (posisi bulan berada di titik terdekat dengan Bumi).
  2. Bulan Purnama (fase bulan penuh).

​Kombinasi kedua peristiwa ini secara signifikan memperkuat gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari terhadap air laut, atau yang dikenal sebagai Gaya Pasang Surut Air Laut, sehingga menghasilkan pasang air laut yang ekstrem.

​”Kami memprediksi peningkatan muka air laut ini akan mencapai puncaknya bertepatan dengan fenomena Perigee Bulan dan Bulan Purnama yang jatuh pada 4 Desember 2025,” jelas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Eko Prasetyo, M.T., dalam keterangan resminya, Rabu (3/12/2025).

Dampak dan Wilayah Terdampak

​Dr. Eko Prasetyo menambahkan bahwa gelombang pasang maksimum ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas di sekitar pelabuhan dan pesisir.

“Masyarakat yang berprofesi di sektor maritim, seperti bongkar muat di pelabuhan, nelayan, serta usaha tambak garam dan perikanan, harus mengambil langkah antisipatif,” ujarnya.

​Menurut data monitoring BMKG, total 21 wilayah pesisir di Indonesia diprediksi akan mengalami dampak signifikan dari banjir rob ini, meliputi:

  • ​Pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung
  • ​Pesisir Kepulauan Riau, Bangka Belitung
  • ​Pesisir Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
  • ​Pesisir Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
  • ​Pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
  • ​Pesisir Sulawesi Utara, dan Pesisir Maluku

​Imbauan dan Langkah Antisipasi

​Menyikapi peringatan ini, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Minahasa Utara mengimbau agar masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya pasang maksimum air laut.

​Informasi yang akurat dan tepat waktu adalah kunci dalam meminimalisir risiko. Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk selalu memantau dan mengikuti perkembangan cuaca dan informasi terkini dari BMKG,

​Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi maritim, masyarakat dapat menghubungi Call Center BMKG di 021-6546315/18, Call Center Nasional 196, atau mengakses sumber resmi melalui website maritim.bmkg.go.id serta media sosial BMKG @BMKGmaritim.

​Warga diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi guna melindungi diri, keluarga, dan aset berharga dari ancaman banjir pesisir. Kebersamaan dan kewaspadaan adalah faktor utama dalam menghadapi situasi darurat.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *