Manado, Narasione.com- Komitmen Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), dalam memperkuat sektor ketahanan pangan daerah bukan sekadar wacana.
Janji dukungan yang sempat diserahkan secara simbolis pada ajang Sulut Riset Inovasi Expo (SRIex) di Manado Town Square (Mantos) lalu, kini telah terealisasi sepenuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulut, Novita Lumintang, S.STP, M.Si, turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan dukungan dana pembinaan sekaligus meninjau lokasi persawahan milik Mardi Kaloh, sang Juara 1 Alat Tanam Beni Padi Langsung (TABELA) di SRIex 2025, bertempat di Desa Tumani Selatan, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (5/12/2025).
Dalam keterangannya di lokasi, Novita menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran Balitbangda adalah untuk memastikan proses administrasi berjalan lancar sehingga bantuan tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh inovator.
”Hari ini kami memastikan tindak lanjut dari simbolis yang diberikan Pak Gubernur YSK. Administrasi sudah lengkap, sehingga dana pembinaan ini bisa langsung diterima oleh Pak Mardi. Ini adalah bentuk atensi khusus dan komitmen nyata Bapak Gubernur terhadap ketahanan pangan di nyiur melambai,” ujar Novita di sela-sela peninjauan.
Novita menjelaskan, dana tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi Mardi Kaloh untuk mengembangkan riset dan inovasinya. Lebih dari sekadar seremonial, Balitbangda ingin memverifikasi langsung dampak inovasi yang digagas Mardi terhadap siklus tanam hingga panen padi.
”Kami ingin melihat bukti di lapangan, apakah inovasi ini benar-benar memberikan efisiensi dan peningkatan produksi yang signifikan. Hasil yang kami lihat hari ini sangat positif,” tambahnya.
Di hadapan para petani dan pemerintah desa setempat, Novita juga menyampaikan pesan motivasi. Ia berharap keberhasilan Mardi Kaloh dapat menjadi role model bagi petani lain di sekitar wilayah Maesaan.
”Inovasi Pak Mardi ini harus jadi pemicu semangat. Jangan sampai ada petani yang berpikir untuk mengalihfungsikan lahan sawahnya. Jika dikelola dengan inovasi yang tepat, sawah adalah lumbung ekonomi yang menjanjikan,” tegas Novita.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Hukum Tua Desa Tumani Selatan, Ibu Lombogia Mumu, serta Kepala Balai Benih Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan. Momen ini menjadi sinyal kuat sinergi antara pemerintah provinsi, inovator lokal, dan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas pangan daerah.(Ficky)














