Siaga Bencana Hadapi Curah Hujan Ekstrim Hingga 2026, Pemkab Minut Terapkan Mitigasi Total

Minahasa Utara113 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Alam. Langkah ini diambil merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara yang memperkirakan curah hujan tinggi akan mengguyur wilayah ini mulai November 2025 hingga Januari 2026.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Novly G. Wowiling, mewakili Bupati, menegaskan bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung perlu diantisipasi sejak dini. Dalam surat edaran yang diterbitkan pasca penetapan status siaga pada 12 November 2025, Pemkab meminta seluruh lapisan masyarakat dan aparatur pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan.

banner 336x280

Sinergi Lintas Sektor

Novly menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif. Ia menginstruksikan para camat, lurah, dan hukum tua (kepala desa) untuk segera berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna memetakan wilayah rawan.

​”Edukasi dan sosialisasi peringatan dini harus gencar dilakukan, baik melalui pengeras suara, media sosial, maupun koordinasi langsung dengan organisasi masyarakat,” imbau Novly.

Imbauan Khusus bagi Warga di Zona Rawan

Pemerintah memberikan perhatian khusus bagi warga yang tinggal di lokasi berisiko tinggi. Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan pesisir pantai diminta untuk terus memantau debit air dan kondisi ombak. Sementara itu, warga di area perbukitan atau tebing diimbau waspada terhadap pergerakan tanah yang bisa memicu longsor.

​Sektor profesi yang bergantung pada alam juga menjadi sorotan. Para nelayan diminta untuk sementara waktu menunda aktivitas melaut jika gelombang sedang tinggi. Demikian pula bagi petani, Pemkab mengingatkan agar segera menghentikan aktivitas di sawah atau ladang saat langit mulai gelap demi menghindari sambaran petir dan pohon tumbang.

Langkah Mitigasi Mandiri

Selain kewaspadaan lokasi, warga diminta aktif melakukan kerja bakti membersihkan saluran drainase dan memangkas ranting pohon yang rimbun. Hal ini krusial untuk mencegah banjir genangan dan risiko pohon tumbang yang menimpa bangunan atau jaringan listrik.

​”Jika terjadi angin kencang, segera matikan aliran listrik dan cabut perangkat elektronik. Hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan tua yang rapuh,” tambah instruksi tersebut. Pengendara kendaraan bermotor juga diminta ekstra hati-hati mengingat jarak pandang yang terbatas dan jalanan licin saat hujan lebat.

​Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, Pemkab Minut telah menyiagakan layanan Call Center 112 atau 117 yang dapat diakses secara gratis.

​”Kenali ancamannya, kurangi risikonya. Kita jaga alam, dan alam akan menjaga kita,” tutup edaran tersebut. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *