Spanyol Juara Dunia, Bupati Joune Ganda “Minta Maaf” ke Mendagri

Minahasa Utara89 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sukses menggelar rangkaian agenda nonton bareng (nobar) sepanjang gelaran Piala Dunia, yang memuncak pada laga final, Senin (20/7/2026).

Rangkaian nobar yang digelar secara berpindah lokasi ini menjadi ruang rekat sosial yang efektif antara jajaran birokrasi dan elemen masyarakat.

banner 336x280

​Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menyatakan bahwa inisiatif nobar ini sengaja dirancang secara mobil guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Agenda ini sengaja tidak dipusatkan di Kantor Pemkab saja, melainkan menyasar wilayah kecamatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

​”Kesempatan ini kami manfaatkan betul untuk membawa kebahagiaan dan keceriaan bagi seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Bupati Joune Ganda di sela-sela atmosfer final nobar, Senin (20/7/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI atas arahan dan dukungan kepada kepala daerah untuk memfasilitasi ruang publik seperti nobar ini. Menurutnya, momentum olahraga menjadi instrumen efektif dalam merawat kebersamaan di daerah.

​”Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Mendagri yang sudah memberikan dukungan dan arahan kepada kami untuk melaksanakan nonton bareng bersama masyarakat di daerah masing-masing,” lanjutnya.

​Atmosfer final ini juga diwarnai kelakar hangat dari orang nomor satu di Minut tersebut. Sambil berseloroh, Joune Ganda yang merupakan pendukung setia tim nasional Spanyol merayakan kemenangan tim Matador yang keluar sebagai juara dunia baru.

Ia bahkan sempat bercanda meminta maaf kepada Mendagri jika mereka memiliki tim jagoan yang berbeda.
​Bagi Joune, kualitas permainan Spanyol di laga final memang sangat layak membawa mereka ke podium tertinggi.

​”Kualitas pertandingan yang bisa kita lihat, sangat layak Spanyol ini menjadi juara dunia. Tidak ada yang bisa kita bantah, baik dari permainannya, penguasaan lapangan, hingga teknik-tekniknya. Seharusnya bisa 3-0, tetapi tidak apa-apa, permainan mengakui skor 1-0 pun tetap menang,” ungkap Joune mengevaluasi jalannya laga.

​Di balik euforia tersebut, Joune menegaskan bahwa dinamika dukungan dalam sepak bola adalah cerminan dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang hidup subur di tengah masyarakat Minahasa Utara.

​”Ini menunjukkan bahwa keberagaman dan perbedaan pilihan tidak akan memisahkan kita. Justru kebersamaan dan kebahagiaan bersama inilah yang menyatukan kita,” tegasnya.

​Rangkaian final nobar ini dihadiri oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Minut serta elemen masyarakat yang memadati lokasi acara dengan tertib hingga peluit panjang akhir pertandingan.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *