Maroko, Narasione.com-Kehadiran Kabupaten Minahasa Utara dalam ajang UCLG World Congress 2026 di Tangier, Maroko, membuka peluang kemitraan internasional baru. Sesi pemaparan program daerah oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menarik perhatian delegasi Kota Taipei, Taiwan, yang kini mulai menjajaki peluang kolaborasi bilateral.
Dalam forum global tersebut, Minahasa Utara membawa sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan toleransi, inovasi tata kelola pelayanan publik, hingga pembangunan berkelanjutan. Selain hadir sebagai anggota Executive Bureau UCLG ASPAC, perwakilan Indonesia ini juga masuk dalam jajaran finalis UCLG Peace Prize 2026.
Paparan mengenai tata kelola pemerintahan tersebut rupanya direspons positif oleh perwakilan Kota Taipei. Kedua pihak dilaporkan langsung mengadakan pertemuan awal pasca-sesi presentasi untuk memetakan potensi kemitraan.
Sefferson Sumampouw, yang mendampingi delegasi Minahasa Utara, mengonfirmasi adanya komunikasi awal tersebut.
Menurutnya, ketertarikan Taipei merupakan respons langsung terhadap materi taktis yang disampaikan dalam kongres.
”Komunikasi awal ini membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret. Kehadiran di forum ini dioptimalkan untuk berbagi pengalaman sekaligus menjemput peluang yang bisa dibawa pulang ke daerah,” ujar Sefferson saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, penjajakan kemitraan ini diproyeksikan menyasar beberapa sektor krusial. Di antaranya adalah peluang investasi, adopsi inovasi pelayanan publik, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pertukaran sistem tata kelola pemerintahan yang efektif.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Minahasa Utara dalam jaringan kota global, sekaligus mentransformasikan hasil diplomasi internasional menjadi program kerja sama yang berdampak langsung pada pembangunan daerah dan ekonomi masyarakat.(Ficky)


















