Visi YSK di Papan Catur, Dari Turnamen Ratusan Juta hingga Sekolah Catur 2026

Uncategorized352 Dilihat
banner 468x60

Manado, Narasione.com- Graha Gubernuran Sulawesi Utara (Sulut) mendadak riuh oleh strategi dan taktik di atas papan catur. Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) secara resmi membuka turnamen Sulut Chess Open 2025 yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (9–10 Desember 2025).

​Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan diklaim sebagai kompetisi catur beregu terbesar di kawasan Indonesia Timur. Antusiasme terlihat jelas dari kehadiran 65 tim yang mewakili 15 kabupaten dan kota di seluruh penjuru Sulawesi Utara.

banner 336x280

​Efektivitas Anggaran Publik
Penyelenggaraan turnamen ini lahir dari keputusan taktis Gubernur YSK. Melihat adanya sisa anggaran catur di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut menjelang tutup buku tahun 2025, YSK bergerak cepat.

Ia menginstruksikan agar dana tersebut tidak dikembalikan sebagai sisa (SiLPA), melainkan diputar kembali untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

​”Anggaran publik harus tepat sasaran dan efektif. Daripada terbuang atau tidak terserap sia-sia di akhir tahun, lebih baik kita manfaatkan untuk kompetisi yang membangun,” tegas YSK dalam sambutannya.

​Langkah ini berbuah manis. Sulut Chess Open 2025 menyuguhkan total hadiah fantastis sebesar Rp123 juta, angka yang menempatkannya sebagai salah satu turnamen daerah dengan apresiasi tertinggi bagi para atlet.
​Fokus Regenerasi dan Sekolah Catur

Kapasitas YSK sebagai Wakil Ketua PB Percasi Pusat terlihat jelas dari visinya. Baginya, turnamen ini adalah pondasi awal membangun ekosistem catur yang berkelanjutan di ‘Bumi Nyiur Melambai’.

​Gubernur menyoroti urgensi pembinaan usia dini. Ia menargetkan Sekolah Catur Junior di Sulut sudah harus beroperasi mulai Januari 2026, dengan proses penjaringan atlet dimulai sejak awal tahun.

​”Prestasi itu tidak bisa instan atau bergantung pada satu-dua orang saja. Harus ada sistem kolektif,” ujar YSK.

Ia mencontohkan keberhasilan Sulut mengirimkan tiga atlet junior untuk digembleng di Sekolah Catur SCBF Serang selama dua tahun. Hasilnya nyata; salah satu atlet binaan tersebut sukses menyabet medali emas di kejuaraan Mamuju.


Menutup sambutannya, YSK membawa kabar baik bagi komunitas catur yang menantikan turnamen Mawar Cup. Meski batal terlaksana tahun ini, event tersebut dijadwalkan ulang pada Februari 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Merah Putih.

​Ke depan, Pemprov Sulut berambisi menarik lebih banyak kejuaraan level nasional hingga internasional, baik untuk catur maupun panahan. Tujuannya jelas: selain mendongkrak prestasi atlet, agenda ini dirancang untuk memacu sport tourism dan mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai tuan rumah yang ramah bagi event olahraga bergengsi.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *