Bupati Joune Ganda Tinjau Posko Karhutla Gunung Klabat, Pastikan Logistik Tim Gabungan Terpenuhi

Minahasa Utara27 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, kian mengkhawatirkan. Memasuki pekan kedua, kobaran api dilaporkan mulai merembet ke area hutan lindung dan mendekati topografi curam yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

​Guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, meninjau langsung Posko Penanganan Karhutla di kawasan Kantor Bupati Minut, Kamis, (1/10/2026).

banner 336x280


​Di lokasi, Bupati memberikan dukungan moral sekaligus mengecek kesiapan tim gabungan yang terdiri dari personel Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, serta relawan masyarakat.

​“Kami meninjau langsung kesiapan tim gabungan di posko. Dari pemetaan terkini, titik api cukup banyak dan penanganannya kian kompleks karena medan yang curam,” ujar Joune Ganda.

​Bupati mengungkapkan, ancaman Karhutla kini bergeser dari area yang mendekati pemukiman menuju kawasan hutan lindung Gunung Klabat. Karakteristik kebakaran di medan ini tergolong rumit lantaran api tidak hanya membakar tumpukan dedaunan dan kayu kering di permukaan, tetapi juga menjalar melalui perakaran di bawah tanah.

​Kondisi tersebut membuat titik api baru mendadak muncul di lokasi yang saling berjauhan. Jika tak segera teratasi, dampak yang ditimbulkan bisa meluas, mulai dari ancaman ISPA bagi warga hingga potensi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi.

​“Gambaran situasi terkini dan prediksi di lapangan terus kita perbarui sebagai bahan laporan resmi. Ini penting untuk mengambil langkah antisipasi jika dampak asap makin membesar,” kata Joune.

​Sementara itu, Ketua Tim Operasi Lapangan Manggala Agni KLHK, Silvry Sengkey, menjelaskan bahwa fokus personil saat ini adalah melokalisasi pergerakan api agar tidak makin jauh menembus benteng hutan lindung.

​“Strategi kita adalah memburu ‘kepala api’ di titik terdepan. Ini langkah paling efektif untuk memutus perambatan sebelum api meluas ke vegetasi yang lebih rapat,” jelas Silvry.

​Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang sigap menyokong kebutuhan operasional tim di lapangan, mulai dari sarana transportasi, peralatan pendukung, hingga logistik makanan bagi para petugas pemadam. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *