Cermin Moderasi Beragama, Pemkab Minut Bakal Tampilkan Kolaborasi Lintas Iman di MTQ ke-31

Minahasa Utara189 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersiap menjadi pusat perhatian dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara ke-31. Di balik kemegahan ajang pemuliaan kitab suci umat Islam ini, sebuah potret harmoni yang kuat tersaji lewat penunjukan Asisten 1 Setda Pemkab Minut, Umbase Mayuntu, sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana.

​Langkah Bupati Minut menunjuk seorang birokrat non-Muslim untuk menakhodai perhelatan besar keagamaan ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam merawat kemajemukan.

banner 336x280

​Umbase Mayuntu mengungkapkan bahwa amanah tersebut datang langsung dari Bupati saat panitia kecil melakukan audiensi. Pimpinan daerah memandang figur Asisten 1 sebagai sosok yang paling tepat guna memastikan kesuksesan agenda pemerintahan yang berpadu dengan syiar keagamaan ini.

​”Ini kemungkinan menjadi momentum pertama di Sulawesi Utara. Begitu panitia melakukan audiensi, Bapak Bupati langsung menugaskan saya. Bagi kami, ini adalah bentuk kolaborasi konkret dalam menjaga dan merawat kehidupan antarumat beragama,” kata Umbase saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Senin (29/6).

​Keharmonisan di Minut ini, lanjut Umbase, sejalan dengan pengakuan internasional yang diterima kepala daerah. Baru-baru ini, Bupati Minut diundang menjadi pembicara dalam kongres global di Maroko untuk memaparkan keberhasilan daerah dalam moderasi beragama.

​Ia menegaskan, stabilitas dan kerukunan adalah fondasi utama pembangunan. “Negara atau daerah yang maju selalu diawali dengan jaminan keamanan. Jika wilayah kita kondusif, investasi akan masuk dengan nyaman, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Seksi Bimas dan Pendidikan Islam Kemenag Minut, Abdul Mafahir, menjelaskan bahwa kompetensi religius ini diprediksi akan mempertemukan sekitar 500 qori dan qoriah dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

​Sebanyak 8 cabang dan 11 golongan kompetisi telah disiapkan. Mulai dari cabang Tilawah (kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa), Kaligrafi yang dibagi dalam 5 cabang, Fahmil Qur’an (cerdas cermat), hingga Syahril Qur’an.

​”Untuk memperlancar jalannya lomba, panitia telah memetakan 8 titik lokasi strategis di sekitar pusat pemerintahan, termasuk memanfaatkan kawasan Alun-Alun dan area Bisa,” jelas Abdul.

​Sesuai linimasa yang disusun, pendaftaran kafilah akan dibuka pada tanggal 5, disusul pembukaan resmi pada tanggal 6, dan direncanakan ditutup pada tanggal 11. Sebagai tuan rumah, Minahasa Utara dipastikan tampil maksimal dengan mengirimkan 40 utusan yang akan bertanding di 7 cabang perlombaan.

​Sisi menarik lain dari MTQ ke-31 ini terletak pada konsep upacara pembukaan. Panitia sengaja merancang acara yang sarat akan nilai akulturasi budaya lokal dan keterlibatan lintas iman.

​Selain memadukan tarian bernuansa Islami, busana adat Minahasa, dan alunan musik kasidah, panitia juga menghadirkan kejutan pada tim paduan suara.

​”Untuk tim koor yang menyanyikan Mars MTQ, kami berencana melibatkan saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Katolik, dengan didampingi para penyuluh Kemenag. Ini akan menjadi simfoni kolaborasi yang sangat indah,” tutur Umbase.

​Guna mematangkan seluruh persiapan teknis lapangan, panitia dijadwalkan menggelar rapat finalisasi pembagian tugas pada Rabu (1/7). Selanjutnya, proses dekorasi dan penataan seluruh lokasi lomba akan dikebut mulai tanggal 3, sehingga seluruh fasilitas dipastikan siap pakai menjelang hari pembukaan. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *