Gelar Sidak di Dua Dinas! ​BKPSDM Minut Dorong Digitalisasi Birokrasi, Skor DMS dan MyASN Jadi Parameter Kinerja Pegawai

Minahasa Utara96 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com– Pengawasan terhadap performa dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kian diperketat.

Langkah konkret ini ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang menyasar dua instansi sekaligus, yakni Dinas Pariwisata serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), pada Senin (15/6/2026).

banner 336x280

​Sidak yang diinisiasi berdasarkan instruksi bupati ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minut, Herman Hendrik Mengko, S.STP, M.Si. Pemantauan difokuskan pada kepatuhan jam kerja, validitas kehadiran fisik, dan efektivitas pelayanan publik di lapangan.

​Dalam pemeriksaan tersebut, tim BKPSDM menyisir ruang kerja untuk mencocokkan fisik pegawai dengan rekapitulasi absensi yang ada.

​”Ini merupakan bagian dari evaluasi berkala. Kita ingin memastikan seluruh aparatur tetap bergerak di dalam koridor regulasi, bekerja profesional, dan menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas,” kata Herman.

​Selain memeriksa kehadiran fisik, BKPSDM Minut juga menyoroti aspek digitalisasi birokrasi. Herman menginstruksikan seluruh instansi untuk mempercepat pengisian dokumen pada Document Management System (DMS).

​Setiap pegawai diwajibkan memantau secara mandiri rapor performa digital mereka melalui aplikasi MyASN. Skor DMS saat ini menjadi parameter krusial dalam mengukur tertib administrasi kepegawaian.

​Nantinya, seluruh data pengawasan dari Dinas Pariwisata dan Dinsos PPPA akan dikompilasi menjadi laporan resmi. Hasil evaluasi ini bakal diserahkan langsung kepada pimpinan daerah sebagai basis data penilaian kinerja sekaligus bahan pembenahan tata kelola pemerintahan ke depan.

​Di tempat terpisah, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memberikan apresiasi atas respons cepat penguatan budaya kerja yang dilakukan BKPSDM. Menurutnya, penerapan sistem yang transparan, terukur, dan berbasis digital akan memicu seleksi alam bagi para pegawai.
​”Melalui sistem ini, ASN yang tidak patuh secara otomatis akan terseleksi oleh sistem yang ketat.

Sekarang, setiap pegawai dituntut meningkatkan kapasitas personalnya karena promosi dan pengembangan karier sepenuhnya mengacu pada capaian kinerja serta regulasi,” tegas Joune Ganda.

​Bupati juga menambahkan bahwa pembenahan manajemen talenta berbasis kompetensi dan penguatan integritas merupakan kunci utama untuk melahirkan ruang birokrasi yang berkualitas di Minut. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *