Harga Rica Tembus Rp160 Ribu per Kg, DPRD Sulut Desak Pemprov Tindak Tegas Penimbun

DPRD SULUT, Manado226 Dilihat
banner 468x60

Manado, Narasione.com- Lonjakan harga cabai rawit atau “rica” yang menembus angka Rp160 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Sulawesi Utara memicu reaksi keras dari Gedung Cengkih (DPRD Sulut). Para wakil rakyat mendesak pemerintah provinsi tidak sekadar melakukan pemadaman api sesaat, melainkan merumuskan strategi jangka panjang yang fundamental.

Legislator DPRD Sulut, Pierre Makisanti, secara tegas meminta agar penanganan stabilitas harga tidak bersifat musiman.

banner 336x280

“Kami berharap ini bukan sekadar sesaat, namun perlu direncanakan sejak sekarang agar ke depan tidak lagi terjadi permainan harga rica yang merugikan rakyat,” ujar Pierre, Rabu (16/9/2026).

Ia menekankan pentingnya konsistensi pasokan secara berkelanjutan serta penindakan tegas terhadap spekulan atau oknum yang sengaja menimbun barang di tengah kesulitan ekonomi warga. Operasi pasar, menurutnya, juga tidak boleh hanya terpusat di satu titik, melainkan harus diperluas hingga ke Kabupaten Minahasa dan wilayah kepulauan.

Senada dengan itu, legislator asal Daerah Pemilihan Kota Bitung dan Minahasa Utara, Nicky Lomban, menyoroti pentingnya mitigasi dan perencanaan berbasis siklus musiman.

“Lakukan antisipasi sejak dini terhadap waktu-waktu ketika biasanya harga naik sehingga operasi pasar dilakukan secara terencana, bukan reaktif. Termasuk jaga pasokan hingga Natal dan Tahun Baru ketika adanya pengaruh El Nino,” ucap Nicky.

Di sisi lain, Amir Liputo menduga ada faktor distorsi pasar di balik meroketnya komoditas dapur tersebut. Ia mendesak operasi pasar digenjot secara masif hingga harga kembali ke level yang wajar sesuai mekanisme pasar yang sehat.

“Kenaikan harga bukan semata-mata karena kekurangan pasokan. Melainkan ada permainan penumpukan barang oleh pihak-pihak tertentu saat pasokan menipis,” ungkap Amir blak-blakan.

Mahalnya harga rica ini kontan menjadi keluhan berat bagi masyarakat Sulut di tengah kondisi ekonomi yang dinilai makin menantang. Publik kini menanti langkah konkrit dan keberpihakan nyata dari Pemprov Sulut untuk mengurai benang kusut rantai pasok dan memberantas praktik penimbunan demi meredakan beban rakyat di bumi Nyiur Melambai.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *