Jakarta, Narasione.com- Eksistensi tokoh-tokoh dari Sulawesi Utara di panggung nasional kembali diperhitungkan. Bupati Minahasa Utara yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Minahasa Utara, Joune Ganda, resmi diberikan kepercayaan strategis sebagai Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI periode 2026-2031.
Amanah tersebut dikukuhkan dalam rangkaian acara Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus DPP PIKI yang berlangsung khidmat di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) malam.

Masuknya nama Joune Ganda dalam jajaran penasihat pusat dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya dalam menggerakkan kaum intelektual Kristen di daerah, sekaligus menjembatani sinergi kebijakan lokal dengan visi strategis nasional.
Pada momentum tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP PIKI yang baru, menggantikan kepengurusan periode 2020-2025 yang sebelumnya dipimpin Badikenita Sitepu dan Audi Wuisang.
Dalam menakhodai organisasi ini lima tahun ke depan, Maruarar akan didampingi oleh Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal.
Acara pelantikan ini menjadi magnet perhatian publik karena dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tampak hadir di lokasi acara Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.
Dalam pidato perdana usai dilantik, Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait langsung melayangkan harapan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait pemerataan pendidikan keagamaan. Maruarar mendesak agar Kementerian Agama memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan guru agama Kristen yang memadai di berbagai pelosok daerah.
”Saya sangat meyakini Bapak Menteri Agama adalah sosok yang adil. Kami berharap anak-anak kita di daerah bisa mendapatkan hak pengajaran agama Kristen secara layak dan merata,” tegas Maruarar.
Selain isu pendidikan, Maruarar menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, PIKI berkomitmen mengawal akselerasi ekonomi nasional yang berkeadilan. Ia memastikan organisasi ini akan berdiri tegak menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperjuangkan hak masyarakat agar gerak pembangunan tidak mengorbankan rakyat kecil.
Sikap kritis namun konstruktif juga disuarakan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang hadir sebagai pembicara.
Burhanuddin mengingatkan bahwa kaum intelektual Kristen memiliki saham sejarah yang besar bagi Republik ini.
”Umat Kristen bukanlah tamu di republik ini. Oleh karena itu, kelompok inteligensianya harus mengambil peran sentral dalam menentukan arah bangsa,” kata Burhanuddin.
Ia mendorong pengurus DPP PIKI yang baru untuk konsisten menerapkan “politik garam” sebuah filosofi kontribusi yang kuat, di mana gagasan-gagasan intelektual PIKI mungkin tidak selalu tampak di permukaan, namun esensinya larut dan memberi dampak nyata dalam setiap kebijakan negara.
Dengan komposisi kepengurusan baru yang mengombinasikan kekuatan menteri kabinet, akademisi, hingga kepala daerah visioner seperti Joune Ganda, DPP PIKI periode 2026-2031 diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang independen, kritis, dan solutif demi kesejahteraan bangsa. (Ficky)












