Proyek Greenfield Pertama di Sulut, Minut Terpilih Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Program Presiden Prabowo

banner 468x60

Minut, Narasione.com– Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan di Sulawesi Utara. Daerah ini resmi ditetapkan sebagai satu-satunya wilayah di Bumi Nyiur Melambai yang akan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari nol (greenfield project).

Proyek mercusuar ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi unggul yang berdaya saing global.

banner 336x280

​Kepastian tersebut diperoleh setelah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, meninjau langsung calon lokasi pembangunan di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minut, Minggu (31/5/2026).

​Gogot membeberkan bahwa secara nasional, SNT hanya akan dibangun di 73 titik di seluruh Indonesia. Khusus di Sulawesi Utara, sebenarnya ada dua daerah yang masuk radar, yakni Minut dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Namun, konsep pembangunannya sangat berbeda.

​”Di Minut ini benar-benar proyek greenfield atau dibangun dari nol. Sementara untuk di Boltim, konsepnya adalah mengintegrasikan atau mengoptimalkan fasilitas sekolah yang sudah eksis saat ini,” ujar Gogot di sela-sela peninjauan lapangan.

​Berbeda dengan sekolah berasrama (boarding school), SNT dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu modern tanpa asrama yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan. Fasilitasnya pun tidak main-main, karena akan mengadopsi pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), lengkap dengan laboratorium mutakhir, learning hub, dan sarana olahraga standar internasional.

​”Harapan kami, calon pemimpin bangsa masa depan bisa lahir dari seluruh pelosok daerah, bukan lagi didominasi dari kota-kota besar saja,” tambah Gogot.

​Lampu hijau yang didapat Minut ini tak lepas dari gerak cepat Pemerintah daerah setempat dalam urusan pembebasan lahan. Pemkab Minut dilaporkan telah menghibahkan lahan strategis seluas 11,3 hektare di kawasan Alun-alun, ditambah lahan penunjang seluas 2,3 hektare. Total area yang disiapkan mencapai lebih dari 13 hektare.

​Terkait kapan proyek ini mulai menyentuh tanah, Gogot menyebut pihak kementerian saat ini sedang menunggu diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) sebagai payung hukum utama.

​”Kami sedang menunggu Inpres, yang nantinya ditindaklanjuti dengan keputusan menteri. Targetnya awal atau pertengahan Juni ini penetapan lokasi (penlok) sudah rampung, sehingga eksekusi lapangan bisa langsung berjalan,” jelasnya.


​Langkah strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, yang ikut mendampingi rombongan kementerian, menegaskan bahwa Pemprov dan Pemkab Minut berkomitmen penuh untuk mengawal proyek ini hingga tuntas.

​Menurut Victor, kehadiran SNT di Minut adalah momentum emas untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sekaligus mengejawantahkan visi besar Presiden Prabowo di sektor pendidikan nasional.

​”Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan ini. Ini adalah langkah konkret dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan kami di daerah siap memberikan dukungan total agar pembangunannya berjalan lancar tanpa kendala,” pungkas Victor.
​Dalam peninjauan tersebut, rombongan Dirjen.

Kemendikdasmen bersama Wagub Sulut dan Sekda Kabupaten Minut menyisir seluruh sudut kawasan yang diusulkan. Hasil evaluasi awal menunjukkan infrastruktur pendukung dan kondisi geografis lahan di Minut dinilai sangat representatif untuk melahirkan sekolah unggulan nasional. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *