Manado, Narasione.com- Provinsi Sulawesi Utara genap berusia 62 tahun pada Selasa (22/9/2026). Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, menjadi puncak peringatan momentum sejarah daerah dari ujung Miangas hingga Pinogaluman tersebut.
Di hadapan jajaran pimpinan dan anggota Dewan, Forkopimda, serta para tokoh masyarakat, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memaparkan capaian indikator makro pembangunan yang solid di tengah dinamika ekonomi global.
Hingga triwulan II tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencatatkan angka 5,42 persen. Capaian ini melampaui rata-rata nasional sekaligus menegaskan ketahanan ekonomi daerah pasca-tekanan inflasi global dan dampak fenomena cuaca ekstrem.
”Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan denyut ekonomi warga di pasar-pasar, geliat UMKM, terjaganya daya beli, hingga menguatnya kepercayaan investor,” ujar Gubernur Yulius Selvanus dalam pidatonya.
Selain laju pertumbuhan ekonomi, tren positif juga terlihat pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Sulut tercatat menyentuh angka 76,32, berada di atas rata-rata IPM nasional yang berada di level 75,90.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga angka 6,32 persen pada triwulan II-2026. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan persentase kemiskinan nasional yang berada di level 8,47 persen.
Adapun tingkat ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) tetap terjaga aman di angka 0,344.
Ketahanan Sulut dalam menghadapi rentetan ujian pembangunan dinilai tak lepas dari perisai kebudayaan yang mengakar di tengah masyarakat.
Falsafah Torang Samua Basudara serta ajaran pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi, Sitou Timou Tumou Tou, dinilai berhasil memelihara kondusivitas daerah sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama dan etnis.
”Keberhasilan hari ini berdiri di atas fondasi kuat yang ditancapkan para founding fathers dan tokoh perintis Sulut. Di atas perisai kebudayaan inilah Sulut tetap rukun, damai, dan terus mempraktikkan semangat Mapalus,” tegas Yulius.
Pada perayaan bertema “Sulut Melaju: Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini, Pemprov Sulut menekankan pentingnya menjaga kemitraan strategis dengan legislatif, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat guna mengawal target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.(Ficky)


















