Dongkrak Mutu Pendidikan, Pemkab Minut Alihkan Fokus ke Perencanaan Berbasis Data

Minahasa Utara130 Dilihat
banner 468x60

Narasione.com, Minut–Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) secara resmi memulai agenda Transformasi Pendidikan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak hari ini, Senin (18/5/2026) hingga . Langkah strategis ini digelar untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi para guru serta tenaga kependidikan di wilayah tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Jofieta N. Supit, M.Si., menyampaikan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah menyasar peningkatan kompetensi para penentu kebijakan dan praktisi di garda terdepan pendidikan.

banner 336x280

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru mampu menguasai serta menerapkan metode dan pemodelan pembelajaran yang tepat. Dengan begitu, kompetensi literasi dan numerasi peserta didik dapat meningkat secara signifikan, yang nantinya akan tercermin pada Raport Pendidikan daerah,” ujar Jofieta, Senin (18/5) di Auditorium Unsrat BPMP.

Ia mengatakan jika, sebanyak 548 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari berbagai tingkatan hadir dalam forum ini. Rinciannya mencakup 19 peserta dari jenjang TK, 382 peserta dari jenjang SD, dan 147 peserta dari jenjang SMP.

“Demi memastikan materi yang disampaikan bersifat komprehensif, panitia yang merupakan gabungan dari unsur Dinas Pendidikan, MKKS, K3S, dan PKG turut menghadirkan jajaran narasumber tingkat tinggi,” jelasnya.

​Mewakili Bupati Minahasa Utara, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Jossy C. Kawengian, MAP, membuka acara sekaligus membacakan sambutan tertulis kepala daerah. Dalam pesannya, Bupati menggarisbawahi bahwa sektor pendidikan memiliki andil besar dalam menaikkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh sebab itu, kebiasaan administratif yang monoton harus segera diubah menjadi Perencanaan Berbasis Data (PBD).

​”Rapor Pendidikan harus menjadi acuan utama kita. Dengan basis data yang valid, pemerintah daerah dapat memetakan secara presisi wilayah mana saja yang mendesak untuk diberikan intervensi, terutama dalam aspek mendasar seperti literasi dan numerasi,” tutur Jossy saat menyampaikan amanat Bupati.

​Menariknya, program peningkatan mutu ini tidak hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan. Pemkab Minut mengusung konsep kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan tiga instansi krusial sebagai narasumber, yaitu:

​Bappeda: Bertugas mengintegrasikan program penguatan pendidikan ke dalam dokumen perencanaan daerah.

​Inspektorat: Berperan menjaga transparansi, mengawasi efisiensi dana BOS, dan memastikan tidak ada program yang tumpang tindih.

​BKAD: Memastikan seluruh kebutuhan anggaran kegiatan terakomodasi dengan baik di dalam APBD.

​Melalui sinergi lintas institusi ini, kebijakan yang diambil diharapkan bisa berdampak langsung pada proses belajar-mengajar di kelas. Target akhirnya adalah melahirkan generasi didik yang tidak cuma pandai menghafal, melainkan memiliki nalar logis, berpikir kritis, serta mampu menyelesaikan masalah sehari-hari.

​Di akhir sambutan, para kepala sekolah, pengawas, dan guru yang hadir diinstruksikan untuk menjadi pelopor perubahan di sekolah masing-masing. Mereka diminta memanfaatkan platform teknologi yang ada serta menghidupkan kembali komunitas belajar guna menciptakan sistem pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Minahasa Utara.

​Agenda pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Febry H.J Dien, S.T, M.Inf.Tech (Man), Kepala Inspektorat Minut Steven Tuwaidan, S.Sos, M.Si, Kadis Pendidikan Ir. Jovieta Supit, M.Si, serta Kaban Bappeda Minut Hanny Tambani dan peserta lainnya. (Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *