Gaya Diplomasi Global Joune Ganda, Amankan Hibah Korsel untuk Proyek Modernisasi Sampah Kepulauan

Minahasa Utara63 Dilihat
banner 468x60

Minut, Narasione.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tengah mematangkan langkah strategis untuk mengamankan dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan lewat program Official Development Assistance (ODA).

Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek tata kelola sampah terintegrasi dan pengembangan ekowisata di wilayah kepulauan.

banner 336x280

​Langkah ini dipertajam dalam rapat daring bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru-baru ini. Proyek bertajuk Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management ini akan difokuskan di dua wilayah krusial, yakni Pulau Mantehage dan Pulau Nain.

Kedua pulau ini memegang peran vital sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken.

​Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minahasa Utara, Sefferson Sumampouw, menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar berfokus pada pembersihan lingkungan, melainkan merombak sistem hulu ke hilir dengan menempatkan masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi sirkular.

​”Masyarakat kepulauan akan dilatih untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah agar bernilai ekonomis. Target kita adalah menciptakan ekosistem wisata yang bersih, sekaligus membuka keran pendapatan baru bagi warga pesisir,” ujar Sefferson saat memaparkan konsep proyek di hadapan Direktorat Pengurangan Sampah KLHK.

​Sinergi Lintas Sektor dan Diplomasi Global
​Proyek ambisius ini mendapat dukungan penuh dari lini internal Pemkab Minut. Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Jein Barantian, menyebutkan bahwa kualitas lingkungan di Mantehage dan Nain adalah kunci utama dalam mempertahankan daya saing pariwisata bahari Minut di kancah global.

​”Dinas Pariwisata siap berkolaborasi lintas sektor demi memastikan program ini berjalan optimal. Kami optimis, jika masalah sampah selesai lewat pendekatan ekowisata, citra Minahasa Utara sebagai destinasi kelas dunia akan semakin solid,” kata Jein.

​Keberhasilan Minahasa Utara melirik potensi hibah dari Korea Selatan ini tidak lepas dari agresivitas diplomasi internasional yang dimainkan oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Memanfaatkan posisinya di Executive Bureau United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), Joune terus membuka jaringan kerja sama global untuk mengatasi isu lokal seperti perubahan iklim dan manajemen limbah.

​Secara terpisah, Bupati Joune Ganda menyatakan optimismenya bahwa kemitraan dengan Korea Selatan ini akan menjadi cetak biru (blueprint) baru bagi pengelolaan wilayah pulau-pulau kecil di Indonesia.

​”Kami berharap proyek ini segera mendapatkan persetujuan pendanaan penuh. Ini adalah komitmen konkret kami untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern yang menopang pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Utara,” pungkas Joune.

​Rapat koordinasi tersebut juga menggalang kesiapan teknis dari berbagai instansi daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Perkim, hingga Dinas PUPR Minahasa Utara, guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.(Ficky)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *